Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warganet Meminta Karyawan Magang Setidaknya Mendapatkan UMR. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di berbagai negara, magang menjadi sebuah kewajiban di kampus. Namun sayangnya, banyak perusahaan memilih merekrut karyawan yang berpengalaman.
Sehingga, karyawan magang seringkali, mau tidak mau, harus rela tidak dibayar meski bekerja untuk sebuah kantor. Ada yang berpikir bahwa magang selama tiga bulan, tanpa dibayar, dan hanya memperoleh pengalaman saja sudah cukup.
Namun, anggapan itu dinilai bukanlah win win sollution. Anggapan itu justru dinilai tetap merugikan para karyawan yang magang.
Dikutip dari World of Buzz, Sabtu 18 Mei 2019, seorang pengguna Twitter di Malaysia, Norizan Sharif, melalui akun @nobisha, menyebut karyawan magang setidaknya menerima gaji minimum untuk pekerjaan yang dilakukan.
Dia mengatakan perusahaan yang tidak bisa membayar magang atau memberikan pelatihan yang tepat, tak boleh berpartisipasi dalam program magang. " Semua pekerja magang harus mendapatkan gaji minimum," cuit Norizan.
Menurut dia, gaji yang terlalu sedikit sebenarnya tak bisa diterima dan melemahkan semangat karyawan magang.
“ Semua pekerja magang harus mendapatkan gaji minimum. Apa pun yang kurang tidak dapat diterima dan (bisa) melemahkan semangat. Tolong jangan berhenti mengatakan perusahaan-perusahaan ini membantu mereka. Ingat, perusahaan-perusahaan ini menerima banyak manfaat, termasuk hibah, subsidi, dan pinjaman. Sekarang saatnya membayar kembali!” cuit Norizan.
Cuitan ini viral. Banyak warganet di negeri jiran itu ikutan curhat dan berbagi pengalaman sebagai karyawan magang yang tak dibayar. Mereka harus berusaha menutup kebutuhan harian sambil menyelesaikan magang.
Ada juga yang meminta perusahaan membayar untuk program magang tertentu.
Namun, ada juga yang tak sepakat karyawan magang mendapatkan gaji UMR seperti karyawan tetap.
Walaupun ada pro dan kontra, perlu diingat, magang tak hanya memerlukan upaya, tetapi juga biaya tambahan. Misalnya, ongkos transportasi dan biaya makan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya