Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warren Buffett (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Orang kaya dunia, Warren Buffett, telah membeli saham Amazon dengan nilai mencapai lebih dari US$900 juta, setara Rp13 triliun. CEO Berkshire Hathaway ini bergabung dengan Amazon dan JPMorgan Chase untuk menggarap penawaran asuransi karyawan di tiga perusahaan tersebut.
Projek ini diyakini dalam membentuk kembali industri asuransi kesehatan. Dia pernah bercanda bakal mendapatkan infus dari CEO Amazon Jeff Bezos dan ternyata bisa.
Dikutip dari Liputan6.com, Buffett sudah lama kagum dengan Bezos. Dia sangat terkesan dengan ketrampilan bisnis Bezos, terutama dalam menciptakan tenaga untuk ritel online miliknya.
Dia juga merinci sejumlah keberhasilan Bezos yang lain. Sayangnya, Berkshire saat itu belum memiliki saham Amazon.
Buffett pernah mengeluhkan perusahaannya yang lambat masuk ke perusaan teknologi. Akibatnya, Berkshire belum juga merasakan manfaat dari berkembangnya industri teknologi.
" Kami melewatkan sepenuhnya," kata Buffett, seperti diberitakan CNN.
Awal bulan lalu, dalam sebuah wawancara Buffet mengatakan salah satu manager Berkshire telah menanamkan investasi di Amazon. Tetapi, dia tidak menyebut jumlahnya.
Pada keterbukaan informasi Rabu, Berkshire mengungkapkan kepemilikan 483.300 saham Amazon dengan nilai mencapai US$904 juta.
Saham Berkshire di sektor teknologi yang mencatatkan performa terbaik yaitu Apple dengan 250 juta saham. Saham Apple menunjukkan kenaikan 21 persen sepanjang 2018.
Buffett juga terlambat menanamkan investasi di Apple. Dia pertama kali membeli saham perusahaan teknologi komunikasi itu pada 2016.
Meski terlambat, kinerja saham Apple justru naik 75 persen sejak pertama kali. Buffett pun meraih keuntungan menggiurkan.
Sumber: Liputan6.com/Augustina Melani
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya