Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream - Masyarakat menengah keatas Indonesia pelan-pelan mulai masuk pasar syariah. Dengan jumlah 134 juta orang kaya baru, potensi industri jasa keuangan syariah pun diyakini semakin berkembang.
Direktur Pengawasan Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Soekro Tratmono menilai fenomena ini tak terlepas dari perilaku masyarakat kelas menengah ke atas yang ingin mencoba produk jasa keuangan baru.
" Industri jasa keuangan syariah di Indonesia punya modal mumpuni," kata Soekro seperti dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Kamis, 30 Oktober 2014.
Indonesia memang sudah menyediakan banyak instrumen untuk memberikan masyarakat Indonesia alternatif investasi.
Data OJK memperlihatkan, bisnis keuangan syariah kini dipenuhi 98 perusahaan atau industri keuangan non-bank yang sudah menerapkan prinsip syariah dalam menjalakan bisnisnya.
Total aset dari 48 perusahaan ini ditaksir mencapai Rp 44,5 triliun.
Di pasar modal, masyarakat kelas menengah Indonesia juga disodori 326 saham atau 55,07 persen dari efek saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Selain itu terdapat 33 surat utang syariah senilai Rp 6,9 triliun dan 66 reksadana syariah Rp 9,78 triliun.
Untuk industri perbankan, Indonesia sudah memiliki 12 bank umum syariah, 22 unit usaha syariah (UUS), dan 163 Bank Perkreditan Rakyat Syariah. Bank-bank penyimpan dana masyarakat ini mengelola aset bernilai Rp 250,5 triliun hingga September 2014.
Bank syariah saat ini mengelola tak kurang 13 juta rekening baik berupa simpanan maupun pembiayaan.
Soekro mengakui industri jasa keuangan syariah Indonesia saat ini memang masih menemui kendala yang membuat porsinya jauh lebih kecil dari jasa keuangan konvensional.
Kendala itu diantaranya lemahnya inovasi produk, keterbatasan sumber daya manusia, dan perlindungan konsumen.
" Tapi saya optimistis jasa keuangan syariah akan terus berkembang," ucap Soekro.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam