Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Doing Business 2015: Going Beyond Efficiency
Dream - Bank Dunia melaporkan, negara-negara di dunia konsisten melakukan reformasi kebijakan untuk mendukung wirausahawan lokal. Perbaikan efisiensi, prosedur kebijakan, dan penguatan institusi legal yang mendukung pelaku usaha, dianggap sukses memfasilitasi pertumbuhan dan pembangunan.
Kesimpulan Bank Dunia ini disampaikan dalam laporan terbaru Doing Business 2015: Going Beyond Efficiency yang diperoleh Dream.co.id, Kamis, 30 Oktober 2014. Hasilnya, entrepreneur lokal di 123 negara menunjukan perkembangan iklim ekonomi dalam setahun terakhir.
Sejak Juni 2013 hingga Juni 2014, laporan ini mendokumentasikan 230 langkah reformasi dengan target efisiensi pada 145 regulasi bisnis. Sementara 85 lainnya ditujukan untuk penguatan institusi.
" Sukses tidaknya ekonomi tergantung pada banyak variabel. Yang paling banyak diperhatkan adalah keterikatan yang memfasilitas para pengusaha baru dan bisnis," kata Senior Vice President and Chief Economist of the World Bank.
Sejak pertama kali diluncurkan, Doing Business mencatat adanya reformasi terhadap 2.400 aturan.
Diantara negara-negara tersebut, Bank Dunia menangkap setiap negara setidaknya melakukan satu reformasi diantara beberapa indikator Doing Business.
Dari 123 negara yang dinilai, Bank Dunia melaporkan terdapat 10 negara dengan langkah reformasi bisnis paling radikal terhadap sejumlah indikator kemudahan berbisnis.
Negara-negara ini setidaknya mereformasi 40 aturan bisnis yang membuat iklim usaha makin mudah.
Ke-10 negara dengan reformasi iklim bisnis terbaik versi Doing Business 2014 itu adalah:
1. Tajikistan, posisi 166 dunia
2. Benin, posisi 151 dunia
3. Togo, posisi 149 dunia
4. Pantai Gading, posisi 147 dunia
5. Senegal, posisi 161 dunia
6. Trinidad Tobago, posisi 79 dunia
7. Republik Demokratik Kongo, posisi 184 dunia
8. Azerbaijan, posisi 80 dunia
9. Irlandia, posisi 13 dunia
10. Uni Emirat Arab, posisi 20 dunia
Diantara 10 negara tersebut adalah Pantai Gading dilaporkan telah mereformasi 10 aturan bisnis dan berada di posisi keempat diantara 100 pemuncak Doing Business 2015.
Dari daftar negara dengan langkah reformasi kebijakan terbanyak ini, Irlandia menjadi pemuncak utama dengan posisi di 13 dunia.
Melihat data tersebut, meski berada di peringkat lebih baik diantara negara-negara paling reformis ini, (posisi 114 dunia), Bank Dunia menganggap upaya reformasi bisnis Indonesia masih kalah tertinggal dari 10 negara tersebut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam