Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Geliat bisnis fesyen busana muslim kini bukan hanya digemari oleh para muslimah. Bisnis fesyen busana muslim sudah mulai merambah sejumlah negara yang mayoritas penduduknya beragaman non Islam.
Dunia fesyen Indonesia bahkan kini telah memberi peningkatan nilai ekspor yang membanggakan. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kreatifitas desainer dan sinergis antara pelaku bisnis dan sejumlah pemerintahan termasuk salah satunya perwakilan asing.
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak menduga perwakilan Indonesia di negara-negara sahabat merupakan salah satu kunci peningkatan ekspor fesyen Indonesia.
" Perwakilan Indonesia di luar negeri terutama diplomat sangat berperan mempromosikan fesyen karya desainer Tanah Air untuk mendongkrak nilai ekspor," ucap Nus saat ditemui di acara Talkshow Fashion Muslim for International Market di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2014.
Menurut Nus, selain politik, salah satu tugas diplomat adalah melakukan diplomasi ekonomi. Di era pemerintahan baru ini, pelaku industru kreatif bahkan dapat bekerja langsung di bawah pengawasan presiden.
" Meskipun Kementerian Ekonomi Kreatif ditiadakan tapi pemerintah akan membentuk Badan Pengembangan Ekspor Nasional yang berada langsung di bawah presiden, jadi harapannya untuk urusan ekspor hanya satu pintu dan bisa memudahkan pelaku bisnis tanah air," ungkap Nus.
Disebutnya kehadiran BPEN dapat lebih terfokus pada urusan ekspor produk-produk lokal yang potensial. Berbeda dengan pola yang saat ini masih diterapkan yakni tanggung jawab ekspor berada di bawah Kementrian Perdagangan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya