Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bank Syariah Vs Pasar Modal Syariah, Siapa Melesat Tercepat?

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 29 Oktober 2014 08:28
Bank Syariah Vs Pasar Modal Syariah, Siapa Melesat Tercepat?
Dengan ceruk bisnis yang masih besar, pasar modal syariah dan bank syariah jadi alternatif investasi baru. Siapa yang lebih cepat berkembang?

Dream - Investor pasar modal dan keuangan kini mempunyai banyak pilihan dalam menginvestasikan dananya. Jenuh dengan produk konvensional yang dianggap memiliki sejumlah risiko, investor kini memiliki alternatif lain dalam bentuk investasi syariah. Tak hanya muslim, investor non muslim pun bisa masuk dalam ceruk bisnis baru ini.

Selain bank syariah, pemodal kini juga mulai akrab dengan pasar modal syariah. Pertanyaan muncul, sektor manakah dari kedua bisnis alternatif baru ini yang akan melesat lebih cepat?

Adnan Chilwan, CEO Dubai Islamic Bank, seperti dikutip laman Zawya, Rabu, 29 Oktober 2014 memperkirakan perbankan syariah dan pasar modal syariah akan tumbuh secara bersamaan. Meski diakui, pasar modal syariah adalah fenomena yang relatif baru.

Pasar utang konvesional memang relatif lebih tua umurnya jika dibandingkan dengan pasar sukuk. Namun lebih dari satu dekade, sejumlah korporasi dan indvidu mulai menumpuk dana di pasar sukuk.

" Korporasi di seluruh dunia mulai menyadari ada pembiayaan bank syariah meski ketersediaan pembiayaan dari pasar modal dipengaruhi oleh faktor seperti kebijaksanaan ekonomi global, situasi geopolitik dan peristiwa-peristiwa lainnya," kata Adnan

Selain pasar keuangan syariah, sejumlah korporat selama beberapa tahun terakhir sudah mulai bersandar kepada pasar modal syariah. Hal ini terjadi bukan karena pasar modal syariah lebih murah atau karena lebih aman. Investor lebih beralasan pada pasar modal syariah lebih sederhana namun memiliki basis investor lebih besar.

Sebuah perusahaan yang memutuskan masuk pasar modal konvensional, secara otomatis akan mengecualikan sekelompok besar investor (syariah). Sebaliknya, jika memasuki pasar modal syariah (sukuk) maka otomatis investor akan merangkul kedua kelompok investor (konvensional maupun syariah).

Adnan menilai, krisis keuangan global telah mengajarkan semua orang banyak hal. Publik sekarang sudah mulai melihat industri pasar modal syariah sebagai lebih tahan krisis karena aset penyertaan yang jelas. Mereka sangat mendukung pasar modal syariah dan sistem ini telah terbukti memberikan stabilitas bagi aset.

Selain itu ada pasar sekunder yang berkinerja baik. Dengan semua faktor ini, banyak orang tertarik untuk memanfaatkan pasar modal syariah. Industri pasar modal syariah relatif baru dan kini mendapatkan popularitas.

Namun dalam penerbitannya, emiten selalu melihat jumlah permintaan. Tentu saja, di sisi penawaran, perhatian utama bagi korporat adalah ketersediaan aset syariah yang dapat dijadikan jaminan karena keuangan Islam didukung dan berbasis aset.

Adnan yakin dengan semakin dewasanya pasar syariah, emiten akan berjuang menciptakan tata kelola perusahaan dan standar yang lebih baik.

Beri Komentar