Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kota suci Mekah dan Madinah pelan-pelan mulai kembali sepi. Sekitar dua juta jamaah haji dari berbagai dunia mulai meninggalkan Arab Saudi. Tak ada lagi hiruk-pikuk di kota itu. Pusat bisnis mulai kembali berjalan normal. Tak melonjak seperti biasanya.
Kini waktunya para pebisnis menghitung kantongnya. Dua juta muslim dunia telah hampir sebulan menghabiskan waktu dan perbekalannya di Tanah Suci. Bayang-bayang tambahan pemasukan sudah ada di kepala.
Mengutip laporan Arabnews, Selasa, 28 Oktober 2014, usainya ibadah haji dan umrah dari muslim dunia membuat aktivitas penukaran uang di pusat-pusat perusahaan money changer di Madinah melonjak tajam. Para jamaah memang mau tak mau harus menukar uang agar bisa berbelanja di pasar Taiba.
Menurut pedagang uang asing, lebih dari 250 juta riyal atau sekitar Rp 810,26 miliar telah ditukarkan para jamaah haji di pusat-pusat pertukaran uang di kota suci itu, selama musim haji tahun ini.
Selama melakukan penelusuran di pusat bisnis di Madinah, Arab News menemukan pembelian dan permintaan uang riyal memang meningkat pesat. Bahkan banyak pedagang uang asing mengaku mempunyai pengalaman dalam mendeteksi uang palsu dengan hanya melihatnya dari dekat.
Untuk membantu pengguna jasa, para pemilik money changer sengaja memasang banner dan papan tanda peringatan dalam berbagai bahasa.
Yang menarik, banyak sekali jamaah asal Nigeria dan Senegal yang membawa riyal dalam bentuk cek daripada uang kontan. Mayoritas jamaah yang menukar uang riyal memang berasal dari Afrika.
Sebagian besar pedagang uang asing di pusat-pusat penukaran uang di Madinah sangat fasih dalam berbagai bahasa, khususnya bidang pertukaran uang, seperti Bahasa Indonesia, Perancis, Persia, Urdu dan Inggris. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya