Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lantai Bursa Efek Indonesia (Merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia mengawali perdagangan Selasa, 28 Oktober 2014 dengan menguat tipis. Kenaikan ini tak diikuti dua indeks saham syariah yang justru dibuka di zona merah.
Tak adanya sentimen positif yang signifikan untuk mengangkat indeks membuat pelaku pasar memilih untuk melakukan aksi ambil untung.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 4,03 poin (0,08%) ke level 5.028,32. IHSG sedikit menanjak di sesi pembukaan usai menguat 4,34 poin (0,09%) ke level 5.028,63.
Pembukaan positif di zona hijau ini ditopang oleh kenaikan harga saham dari 17 emiten. Sementara 14 emiten lainnya berusaha menyeret IHSG masuk kembali ke zona merah.
Kecuali saham perdagangan, seluruh indeks membuka perdagangan di zona hijau. Indeks sektor perdagangan melemah 0,68%
Di awal sesi ini, pelaku pasar terlihat masuk kurang bergairah melantai di BEI. Tercatat hanya 50.524 saham yang diperdagangkan dengan nilai Rp 22,82 miliar.
Pemodal asing yang kemarin sempat melakukan aksi beli kini justru membuka perdagangan dengan net sell tipis Rp 143 juta. Namun hingga 15 menit pertama perdagangan, nett sell asing makin membesar hingga Rp 88 miliar.
Semakin membesarnya aksi jual asing akhirnya menyeret IHSG masuk kembali ke zona merah. Hingga 15 menit perdagangan, IHSG telah terpangkas 5,53 poin (0,11%) ke level 5.018,75.
Laju positif IHSG di awal perdagangan sayangnya tak diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
Indeks ISSI dibuka melemah 0,11 oin (007%) ke level 161,08 di sesi pra pembukaan. ISSI berusaha menguat di sesi pembukaan kendati masih dibuka melemah 0,07 poin (0,04%) ke level 161,13.
Sebanyak 13 emiten syariah membuka perdagangan dengan melaju di zona hijau. Sementara 10 lainnya justru sudah longsor ke zona merah.
Pelaku pasar mentransaksian tak kurang dari 41.437 lembar saham syariah senilai Rp 14,23 miliar.
Meski sempat menyentuh zona hijau, ISSI ternyata belum cukup nyaman melaju di zona hijau. Terbukti ISSI bergerak melemah 0,42 poin (0,27%) ke level 160,77 hingga 15 menit perdagangan saham.
Hal yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, JII, yang dibuka melemah 0,64 poin (0,10%) ke level 658,05. JII juga dibuka melemah 0,63 poin (0,1%) di sesi pembukaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya