Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ilustrasi
Dream - Jutaan pengguna telepon pintar (smartphone) di dunia sudah mengoperasikan aplikasi gratis di perangkatnya. Namun di balik itu, ahli keamanan justru membawa kabar kurang menggembirakan.
Aplikasi gratis yang banyak bertebaran di jagat maya ternyata bisa menjadi alat mata-mata terhadap penggunanya.
Saat ini diduga banyak aplikasi senter gratis yang secara diam-diam merekam informasi sensitif para penggunanya.
Data-data rahasia itu semisal lokasi smartphone, detil pemilik dan nomor kontak, bahkan pesan-pesan yang tersimpan di dalam Ponsel bisa dicuri lewat aplikasi gratis ini.
Para ahli menduga, data-data hasil curian itu kemudian dijual ke sejumlah perusahaan survei dan agensi iklan untuk melacak kebiasaan berbelanja pemiliknya.
Yang lebih mengerikan. Data-data itu juga bisa dikirimkan ke kelompok kriminal, peretas (hacker) yang selanjutnya mengembangkan aplikasi untuk mencuri data personal. Ujung-ujungnya, para pencuri ini akan berusaha membobol rekening pemilik Ponsel.
Sejumlah aplikasi popoler yang banyak dipakai pengguna Ponsel Android adalah senter. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 20 juta kali.
Diantara aplikasi tersebut adalah Super-Bright LED Flashlight, Brightest Flashlight Free, dan Tiny Flashlight+LED.
Menurut perusahaan keamanan siber Amerika, SnoopWalls, Gary Miliefsky, temuan ini telah disampaikan ke pemerintah AS. Sayangnya, sedikit konsumen yang mengetahui kemampuan terselubung dari aplikasi senter gratis ini.
Penyebabnya, ketentuan bahwa data-data yang diakses akan diteruskan ke aplikasi ketiga umumnya dicantumkan dalam tulisan ketentuan dan syarat yang teramat panjang. Para pemilik Ponsel dipastikan takkan sempat membacanya.
" Kita semua menjadi korban dengan meng-instal banyak aplikasi dari smarphone dan tablet yang melakukan aktivitas dari seharusnya. Kita secara tak sadar telah membuka kotak pandora ke predator online, penjahat siber, dan mata-mata, semua karena aplikasi yang kita percaya sepenuhnya," kata Miliefsky seperti dikutip laman Dailymail.co.uk.
Beruntung para pengguna iPhone terhindar dari aksi mata-mata lewat aplikasi senter ini.
Para ahli teknologi menilai para penyedia aplikasi gratis seharusnya membuat peringatan jika aplikasi yang akan digunakan menerapkan model bisnis yang melibatkan penjualan data pengguna.
Tahun lalu, lembaga pengawas AS, The Federal rade Commision telah menerima keluhan terhadap salah satu pembuat aplikasi senter yang tak memberitahukan kebijakan penerusan data pengguna ke pihak agensi. (Ism)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes