AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Illustrasi
Dream - Kiprah perbankan Islami dalam kancah ekonomi dunia terus meningkat. Keuangan Islam telah tumbuh dua kali lipat dibanding industri perbankan konvensional, terutama di pasar inti seperti Malaysia, Indonesia, Turki dan negara-negara Teluk.
“ Industri perbankan Islam saat ini memiliki aset senilai US$ 1,6 triliun," kata Chairman Bank Nasional Oman, Mohammed Mahfoodh Al Ardhi seperti dikutip laman Zawya, Selasa, 28 Oktober 2014.
Mahfoodh menegaskan, negara-negara Teluk terus menunjukan komitmennya untuk secara aktif menguatkan posisi dalam pasar keuangan Islam. Arab Saudi saat ini masih memimpin pertumbuhan keuangan syariah di dunia.
Selain Saudi, Mahfoodh menganggap Bahrain dan Dubai juga semakin tumbuh sebagai pasar keuangan Islam yang menjanjikan.
" Kami di Bank Nasional Oman telah melakukan berbagai upaya di pasar keuangan Islam dan telah mencapai keberhasilan sebagai bagian dari rencana diversifikasi ekonomi Oman," kata Mahfoodh.
Menyoroti kepraktisan keuangan Islam dibanding dengan skenario industri saat ini, serta peluang, tantangan dan wajah sektor perbankan, Al Ardhi mengakui terdapat perbedaan signifikan antara model ekonomi konvensional dan syariah.
Keuangan Islam selama ini bersandar pada fakta bahwa uang bukanlah sumber potensi modal atau komoditas itu sendiri. Uang hanya dianggap sebagai media atau fasilitator untuk perdagangan dan investasi.
Alhasil, keuangan Islam dibangun di atas prinsip-prinsip berbagi risiko dan investasi, melarang aktivitas dan perilaku spekulatif sementara mencegah timbulnya utang untuk memastikan kemurnian usaha kontrak.
Dia menjelaskan bahwa sistem keuangan Islam muncul sebagai alternatif yang lebih bijaksana, tidak beresiko dan penuh etika bagi sistem keuangan konvensional. (Ism)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli