Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Twitter
Dream - Netizen, istilah keren untuk masyarakat melek internet, tampaknya sudah bosan dengan media sosial Twitter. Dugaan ini muncul setelah pengguna aktif Twitter dilaporkan menurun meski diklaim memiliki 284 juta pengguna.
Twitter Inc melaporkan penurunan jumlah pengguna aktif sebanyak 7 persen pada kuartal III-2014. Namun basis penggunanya tercatat meningkat 23 persen.
Laporan kurang menggembirkan tersebut langsung memicu penurunan saham Twitter di bursa saham Wall Street hingga lebih dari 9 persen.
Tak hanya mulai berkurangnya pengguna baru, layanan pesan online tersebut juga memproyeksikan pendapatan kuartal keempat yang mungkin tidak sesuai target pelaku Wall Street.
Harapan tinggi diberikan kepada Twitter sejak layanan pesan, yang selama bertahun-tahun telah berjuang untuk menghidupkan kembali pertumbuhan penggunanya. Langkah ini langsung mengejutkan Wall Street ketika terjadi kenaikan jumlah pengguna sebesar 24 persen pada kuartal kedua.
Di luar penurunan tajam pada awal pekan ini, saham Twitter sebetulnya telah menguat hampir 19 persen sejak Juli.
Investor memang pantas khawatir dengan tren penurunan penggunaan Twitter. Alasannya, media sosial dan layanan pesan mobile lainnya kini justri semakin populer.
CEO Twitter, Dick Costolo berdalih strategi Twitter saat ini adalah membangun database pengguna terbesar di dunia. Twitter akan mengubah layanannya menjadi kebiasaan sehari-hari dengan aplikasi yang lebih mudah bagi pengguna baru.
" Ini lebih penting daripada sebelumnya bahwa kita fokus pada peningkatan kecepatan eksekusi," kata Costolo seperti dikutip Dialymail.co.uk, Selasa, 28 Oktober 2014.
Dia juga mengatakan Twitter fokus pada menciptakan pengalaman mendalam 'bagi pengguna bahkan ketika mereka tidak login'.
Sebagai informasi, perusahaan melaporkan pengguna aktif bulanan naik 23 persen menjadi 284 juta di kuartal ini. Data terbaru ini sedikit menurun dari 24 persen pada tiga bulan sebelumnya, ketika Piala Dunia sedang berlangsung.
Sayang, pertumbuhan ini tetap masih jauh di belakang Facebook yang memiliki lebih dari satu miliar pengguna.
Eksekutif Twitter mencatat pada hari Senin bahwa jangkauan layanan ini sebenarnya jauh lebih besar dari 284 juta pengguna, mengutip ratusan juta lainnya yang mengunjungi website atau melihat konten Twitter tanpa log on.
Tapi timeline view per user, yang mengukur keaktifan pengguna Twitter, turun 7 persen secara global menjadi 636. Di Amerika jumlah pengguna aktif Twitter turun 6 persen menjadi 774.
Pada hari Senin, Twitter melaporkan pendapatan naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$361 juta pada kuartal ketiga, mengalahkan perkiraan rata-rata sebesar US$351,4 juta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan