Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Saham Bluechips Syariah Terkunci di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 28 Oktober 2014 16:26
Indeks Saham Bluechips Syariah Terkunci di Zona Merah
IHSG nyaris kembali ditutup di bawah level 5.000. Indeks ISSI yang sempat masuk zona hijau juga menutup perdagangan dengan melemah.

Dream - Pasar modal Indonesia tiarap jelang pengumuman hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves). Pembukaan positif di awal sesi perdagangan akhirnya harus ditutup di zona merah setelah pemodal melihat kinerja emiten yang dibawah ekspektasi.

Pelaku pasar semakin waspada setelah pemodal asing kembali menjual saham-sahamnya. Asing mencetak nett sell signifikan hingga Rp 638 miliar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, (28 Oktober 2014), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 22,98 poin (0,46%) ke level 5.001,30.

Sentimen negatif dan aksi positioning pelaku pasar membuat langkah IHSG bergerak liar. Dibuka menguat di level 5.028,32, IHSG sempat terpuruk ke level terendah 4.995,85. Sementara level tertinggi dicapai di 5.032,55.

Koreksi harga saham dari 183 emiten hampir saja membuat penutupan IHSG kembali jatuh di bawah 5.000. Padahal 112 emiten lainnya sudah melaju di zona hijau sementara 97 lainnya stagnan.

Lantai bursa saham Indonesia kali ini memang didominasi pelemahan indeks. Emiten infrastruktur memimpin pelemahan indeks sektoral hingga 1,89 persen, diikuti pertambangan 1,35 persen, dan industri dasar 1,27 persen.

Pemodal memilih untuk mengoleksi saham-saham di sektor industri aneka yang menguat 1,49 persen, perkebunan 0,15 persen, dan keuangan 0,08 persen.

Sebanyak 73,5 juta ditransaksikan pelaku pasar dengan dana berputar mencapai Rp 4,62 triliun.

Penutupan di zona merah juga melanda dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia. Indeks saham-saham bluechips syariah bahkan tak mampu beranjak dari zona merah.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,19 poin (0,74%) ke lebel 160,01. ISSI terseret pelemahan harga saham dari 114 emiten. Sisanya, 74 emiten ISSI bergerak menguat sedangkan 52 lainnya stagnan.

Saham-saham syariah yang ditransaksikan pelaku pasar mencapai 28,55 juta saham senilai Rp 2,95 triliun.

Meski melemah, indeks ISSI sempat menyentuh zona hijau sekaligus level tertinggi di 161,28. Posisi terendah ISSI berada di level 159,79.

Nasib kurang beruntung dialami JII yang terpuruk di zona merah. Dibuka di level 658,05, indeks JII menutup perdagangan hari ini di level 652,62 atau turun 6,08 poin (0,92%).

Penguatan harga saham dari 8 emiten unggulan syariah tak mampu membawa JII menembus zona hijau. Justru pelemahan harga saham 20 emiten menahan JII di zona merah.

Koreksi indeks acuan saham di Indonesia berjalan seiring dengan sejumlah bursa saham regional. Kecuali Hang Seng dan Shanghai yang menguat 1,63 persen dan 2,07 persen, indeks saham regional didominasi pelemahan dipimpin Strait Times yang melemah 0,45 persen, Nikkei 0,38 persen dan Kospi 0,33 persen.

Sentime negatif juga melanda pasar keuangn Indonesia. Rupiah yang dibuka menguat, justru mencatat depresiasi pada perdagangan sore ini. Rupiah bertengger di level 12.151 per dolar AS atau melemah 43 poin (0,36%). (Ism)

Beri Komentar