Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

5 Negara `Kecanduan` Fesyen Muslim Indonesia

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 30 Oktober 2014 07:07
5 Negara `Kecanduan` Fesyen Muslim Indonesia
Kemendag Ditambahkan berharap para desainer tetap fokus mengelola bisnis pasar lokal

Dream - Selain menjadi raja di rumah sendiri ternyata karya busana para desainer busana muslim Indonesia kian digemari sejumlah pecinta fesyen dunia. Bahkan dunia fesyen Tanah Air telah memberikan kontribusi besar pada peningkatan nilai ekspor.

Hingga tahun 2013, nilai ekspor produk fesyen Indonesia telah mencapai US$ 11,78 miliar. Sedangkan selama periode Januari-Juli 2014, nilai ekspor produk fesyen Indonesia mencapai US$ 8,47 miliar atau meningkat 17,30 persen dibandingkan nilai ekspor untuk periode yang sama di tahun 2013.

Sinyal pertumbuhan positif inilah yang memberikan optimisme pada pelaku bisnis fesyen yang bersinergi dengan empat kementrian yakni Kementrian Perdagangan (Kemendag), Kementrian Perindustrian, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Peluang besar inilah yang memungkinkan pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Nus Nuzulia Ishak, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag saat ditemui di ajang talkshow Fashion Muslim for Internasional Market menyebut jika produk buatan desainer Indonesia sangat mumpuni dan tak kalah saing dengan desainer asing.

Bahkan Nus menyebut saat ini karya para desainer memiliki target market yang potensial di lima negara utama. " Saudi Arabia, Pakistan, Uni Emirat Arab, negara-negara di Eropa Selatan seperti Kazakhstan, negara-negara Islam di Eropa Timur dan Asia Selatan," kata Nus kepada Dream, Rabu, 29 Oktober 2014.

Meski potensi ekspor begitu besar, Kemendag Ditambahkan berharap para desainer tetap fokus mengelola bisnis pasar lokal. Harapannya, karya fesyen desainer bisa bersaing dengan produk-produk asing yang mulai membanjiri tanah air.

" Sebenarnya selain negara-negara muslim, pasar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan juga sangat potensial. Sementara untuk negara-negara Afrika dan Timur Tengah potensinya juga sangat besar untuk dikembangkan," ucap Nus. (Ism)

Beri Komentar