Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Selain menjadi raja di rumah sendiri ternyata karya busana para desainer busana muslim Indonesia kian digemari sejumlah pecinta fesyen dunia. Bahkan dunia fesyen Tanah Air telah memberikan kontribusi besar pada peningkatan nilai ekspor.
Hingga tahun 2013, nilai ekspor produk fesyen Indonesia telah mencapai US$ 11,78 miliar. Sedangkan selama periode Januari-Juli 2014, nilai ekspor produk fesyen Indonesia mencapai US$ 8,47 miliar atau meningkat 17,30 persen dibandingkan nilai ekspor untuk periode yang sama di tahun 2013.
Sinyal pertumbuhan positif inilah yang memberikan optimisme pada pelaku bisnis fesyen yang bersinergi dengan empat kementrian yakni Kementrian Perdagangan (Kemendag), Kementrian Perindustrian, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Peluang besar inilah yang memungkinkan pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Nus Nuzulia Ishak, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag saat ditemui di ajang talkshow Fashion Muslim for Internasional Market menyebut jika produk buatan desainer Indonesia sangat mumpuni dan tak kalah saing dengan desainer asing.
Bahkan Nus menyebut saat ini karya para desainer memiliki target market yang potensial di lima negara utama. " Saudi Arabia, Pakistan, Uni Emirat Arab, negara-negara di Eropa Selatan seperti Kazakhstan, negara-negara Islam di Eropa Timur dan Asia Selatan," kata Nus kepada Dream, Rabu, 29 Oktober 2014.
Meski potensi ekspor begitu besar, Kemendag Ditambahkan berharap para desainer tetap fokus mengelola bisnis pasar lokal. Harapannya, karya fesyen desainer bisa bersaing dengan produk-produk asing yang mulai membanjiri tanah air.
" Sebenarnya selain negara-negara muslim, pasar seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan juga sangat potensial. Sementara untuk negara-negara Afrika dan Timur Tengah potensinya juga sangat besar untuk dikembangkan," ucap Nus. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya