Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto (shutterstock.com)
Dream – Kamu selama ini mungkin tetap bekerja meski sudah berada di rumah. Pada zaman serba canggih ini memang memungkinkan kita bekerja meski tengah berada di rumah, salah satunya melalui piranti smartphone.
Tapi ketahuilah, sebuah survei menynjukkan bahwa penggunaan smartphone untuk bekerja di rumah tak bisa merusak pernikahan. Selain itu juga membahayakan karier pasangan suami istri.
Dikutip dari studyfinds.org, Rabu 20 Februari 2019, studi ini diterbitkan The Journal of Occupational Health and Psychology pada 2017. Dalam kajian ini, para peneliti di Amerika Serikat mengatakan bahwa pekerja melaporkan bahwa kepuasan kerja memburuk bila sering menggunakan ponsel untuk bekerja selama menghabiskan waktu bersama keluarga.
" Ada banyak penelitian tentang teknologi dan bagaimana hal itu memengaruhi karyawan," kata seorang penulis kajian, Wayne Crawford.
Peneliti yang sekaligus asisten profesor bisnis di University of Texas, Arlington, Amerika Serikat, itu ingin mengetahui penggunaan teknologi bisa berdampak kepada pasangan atau tidak.
Penulis menyurvei 344 pasangan yang telah menikah. Semua peserta bekerja penuh waktu dan sering menggunakan perangkat seluler mereka di rumah untuk tujuan kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekerja ketika sedang bersama keluarga bisa menciptakan ketegangan dalam pernikahan. Situasi ini bisa membuat pekerjaan mereka menjadi lebih sulit.
“ Tidak mengejutkan bahwa konflik terjadi ketika pasangan menggunakan perangkat seluler di rumah. Mereka kadang-kadang terlibat dalam kegiatan kerja selama bersama dengan keluarga. Lalu, situasi ini mengarah ke kondisi karier kedua pasangan,” kata Crawford.
Perusahaan acapkali tak peduli apakah karyawannya itu sedang berada di rumah atau bekerja. Kadang, perusahaan juga sering memberikan pekerjaan ketika jam kerja sudah berakhir atau hari libur.
Pekerjaan ini tanpa sadar memaksa karyawannya—yang sedang menghabiskan waktu bersama keluarga—untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui gawai. Ya, salah satunya adalah smartphone.
Nah, kata Crawford, kondisi inilah bisa memicu pertengkaran di rumah tangga.
“ Perusahaan perlu tahu bahwa ketegangan hubungan diciptakan oleh interaksi mereka dengan karyawan di luar jam kerja. Akhirnya, ketegangan ini mengarah kepada masalah kehidupan kerja,” kata dia.
Crawford mengatakan karyawan yang melakukan pekerjaan ekstra di rumah, akan kurang termotivasi dan bersedia lembur di kantor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya