Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Payless ShoeSource Sedang Mengalami Masalah Keuangan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Biasanya perusahaan akan mengalami kebangkrutan sekali dalam seumur hidup. Pebisnis akan menjajal bisnis di bidang lain sambil berharap keberutungan berpihak kepadanya.
Namun kejadian yang dialami sebuah perusahaan ritek toko sepatu di Amerika Serikat ini cukup unik. Masih bisa menghindar di tahun 2017, peritel ini terancam mengalami kebangkrutan untuk kali kedua.
Paylessb ShoeSource Inc dikabarkan siap-siap masuk masa kebangkrutan keduanya setelah melayangkan permohonan pailit ke pengadilan. Ritel took sepatu ini berencana untuk mengencangkan ikat pinggang dengan memangkas jumlah rantai toko sepatu.
Dikutip dari Bloomberg, Selasa 12 Februari 2019, ritel ini sedang mencari pinjaman untuk melewati masa suram ini dan mendiskusikan rencana untuk menutup sebagian besar tokonya. Kemungkinan besar, toko-toko yang akan ditutup itu ada di Amerika Utara, kata sumber.
Ketika ditanya tentang kabar ini, perwakilan Payless di Kansas, Amerika Serikat, menolak untuk berkomentar.
Perusahaan ini disebut-sebut menjadi ritel yang terbaru dalam gelombang kebangkrutan ritel selama dua tahun terakhir. Perusahaan ritel tumbang karena kalah saing dengan online. Selain kalah bersaing, ritel seperti Toys “ R” Us dan Sears, juga terlilit utang besar.
Setengah lusin ritel di Paman Sam, gulung tikar, seperti Shopko, FullBeauty Brands, Charlotte Russe, Things Remembered dan Gymboree. Peritel terakhir sudah dua kali mencari perlindungan pengadilan bulan lalu dan melikuidasi sebagian besar bisnisnya.
Sekadar informasi, Payless yang beroperasi sejak 1956 didirikan untuk menjual sepatu dengan harga terjangkau di pasar swalayan. Malah, ritel ini disebut-sebut sebagai jaringan sepatu terbesar di daerah Barat Amerika.
Kini, perusahaan itu sedang berjuang untuk mengelola utang yang diambil sejak 2012 oleh Golden Gate Capital dan Blum Capital Partners. Payless mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April 2017.
Payless muncul dengan toko yang jumlahnya lebih sedikit, mengurangi utang hingga setengahnya, dan kreditor memiliki perusahaan.
Ritel ini mengoperasikan 3.600 outlet di seluruh dunia dan mempekerjakan lebih dari 18 ribu orang. Menurut situsnya, ada 2.700 toko di Amerika Utara.
Payless didirikan pada tahun 1956 dengan tujuan menjual sepatu terjangkau dalam suasana swalayan dan mengatakan itu adalah rantai sepatu khusus terbesar di Belahan Barat.
Perusahaan ini berjuang untuk mengelola utang yang diambil dalam pembelian pada leveraged 2012 oleh Golden Gate Capital dan Blum Capital Partners, mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April 2017.
Perusahaan itu muncul dengan lebih sedikit toko, pengurangan utang menjadi setengahnya dan kreditor memiliki perusahaan. Rantai ini mempekerjakan lebih dari 18.000 di seluruh dunia dan mengoperasikan sekitar 3.600 outlet di seluruh dunia, menurut situs webnya, dengan lebih dari 2.700 di Amerika Utara.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya