Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kompak Melemah Hari Ini, Senin 11 Februari 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kembali ditutup melemah pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 11 Februari 2019. Pelemahan pasar modal syariah ini disebabkan aksi wait and see pelaku pasar yang menunggu rilis data neraca transaksi berjalan.
Sentimen negatif juga muncul dari pergerakan bursa saham global yang masih mencermati negosiasi perdagangan bebas AS-Tiongkok. Negosiasi itu belum mencapai kesepakatan yang komprehensif.
Dikutip dari papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 1,010 poin (0,52%) ke level 192,975. Dibuka menguat di level 194,016, ISSI langsung terjun bebas ketika perdagangan baru berlangsung 10 menit.
Menutup perdagangan sesi pertama, ISSI bergerak fluktuatif setelah mencoba menguat 1,5 jam sebelum penutup sesi pertama.
Laju ISSI di sesi siang berlangsung lebih berat. ISSI membuka sesi perdagangan kedua di zona merah dan bergerak lemah hingga akhir perdagangan. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di teritori positif di level 194,417 dan terendah di 192,914.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga mengalami tekanan saat ditutup melemah 7,145 poin (0,99%) ke level 710,370. Indeks JII70, turun 1,781 poin (0,74%) ke level 238,832.
Aksi tunggu investor membuat bursa saham Indonesia di awal pekan ini memang mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan koreksi 26,661 poin (0,41%) ke 6.495,002.
Sikap wait and see ini membuat investor enggan melantai di bursa. Mereka cenderung melepas saham, terutama di sektor industri aneka, pertambangan, industri dasar, properti, dan manufaktur. Kelima indeks sektor ini anjlok masing-masing sebesar 1,65 persen, 1,53 persen, 1,22 persen, 1,21 persen, dan 1,05 persen.
Penguatan saham sektor perdagangan sebesar 1,11 persen dan infrastruktur 0,69 persen tak cukup kuat mengerek kinerja perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp600, MAPA Rp350, LPPF Rp300, HEAL Rp290, dan MIKA Rp265.
Sebaliknya, yang pencetak top loser kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya terkoreksi Rp950, ITMG Rp600, UNTR Rp350, INTP Rp300, dan CPIN Rp250.
Dari pasar uang, sikap ini membuat rupiah bermuram durja. Dolar AS kembali menembus level Rp14 ribu. Pada pukul 16.09, kurs dolar AS menguat 48 poin (0,34%) ke level Rp14.003.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya