Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Foto: Setkab.go.id
Dream - Pemerintah mewaspadai gejolak harga pangan seiring kondisi perekonomian dunia yang belum menentu. Naiknya harga komoditas dunia memaksa pemerintah mempersiapkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan operasi pasar untuk meredam dampak tersebut.
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dalam keterangan persnya usai meninjau kegiatan Santripreneur berbasis sawit, di Pondok Pesantren (Ponpes) Teknologi Riau, Pekanbaru, Riau memastikan seluruh langkkah antisipasi telah disiapkan pemerintah
“ Pemerintah sudah menyiapkan ini, untuk bansos (bantuan sosial) terus digulirkan, kemudian juga untuk operasi pasar juga disiapkan. Bansos kita akan terus diperbesar di dalam rangka untuk menghadapi dampak daripada krisis global,” ujar Ma'ruf dikutip dari laman setkab.go.id, Jumat, 26 Agustus 2022.
Menurut Ma'ruf, situasi krisis global terus berkembang dan semua negara saat ini tengah memikirkan penanganannya. Ia pun berharap Indonesia dapat melewati krisis ini dengan baik.
Dia juga memastikan Indonesia berada pada jalur yang tepat terbukti dari pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tengah situasi sulit saat ini.
“ Indonesia cukup baik, alhamdulillah. Pertama, pertumbuhan [ekonomi] kita di atas lima (persen), itu pertumbuhan kita itu. Kemudian juga inflasi kita terendah dibanding negara-negara lain. Kemudian, perdagangan ekspor kita surplus. Ini, dan kita cukup kuat untuk menghadapi dibanding dengan negara lain,” tuturnya.
Sementara terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Ma'ruf mengungkapkan bahwa pemerintah sedang membahas opsi-opsi yang dapat dilakukan dalam mengatasi isu ini.
Ke depan, diharapkan keputusan yang akan diambil dapat memberi kebaikan bagi seluruh elemen bangsa.
“ Sekarang ini memang ada beberapa opsi sedang dipikirkan, apakah menaikkan harga, apakah membatasi, atau menambah subsidinya, ini opsinya begini. Ini opsi-opsi yang sekarang lagi dibicarakan oleh pemerintah. Itu saja, mudah-mudahan nanti ada solusi yang terbaik buat masyarakat, dan buat pemerintah, buat bangsa, dan buat negara,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berbicara perihal kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang santer dikabarkan akan dinaikkan.
Untuk saat ini presiden mengaku baru memerintahkan jajaran menteri untuk menghitung dengan teliti harga BBM tersebut.
“ Semuanya saya suruh hitung betul, hitung betul sebelum diputuskan,” tegasnya dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis, 25 Agustus 2022.
Menurut Jokowi, keputusan menaikkan harga Pertalite perlu pertimbangan yang hati-hati, karena memberikan pengaruh besar terhadap hajat hidup orang banyak.
Dia berharap perhitungan yang dibuat jajaran menterinya turut menghidung dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat.
“ Semuanya harus diputuskan secara hati-hati. Jangan sampai dampaknya menurunkan daya beli rakyat, menurunkan konsumsi rumah tangga,” tutur Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan jajarannya untuk mengkalkulasi penyesuaian harga BBM dan dampaknya pada inflasi yang bisa saja menutunkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang membaik saat ini.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan