Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Presiden Joko Widodo resmi mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 kepada DPR. Sejumlah target dipancangkan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla menghadapi kondisi ekonomi dunia yang belum menentu.
Dalam RAPBN tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN).
“ Pertama, pertumbuhan ekonomi tahun 2017 diperkirakan mencapai 5,3 persen,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di gedung MPR, Jakarta, Selasa 16 Agustus 2016.
Pemerintah optismistis perekonomian global akan membaik meskipun ada ketidakpastian global yang berasal dari perlambatan ekonomi di negara berkembang dan pemulihan negara maju yang belum sesuai dengan harapan. Walaupun begitu, pemerintah mengharapkan sejumlah paket kebijakan ekonomi menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Asumsi makro yang kedua adalah target inflasi 2017 yang sebesar 4,0 persen. Untuk mengendalikan inflasi, Jokowi berkata pemerintah menyediakan dana cadangan untuk ketahanan pangan dan stabilisasi harga.
“ Alokasi dana tersebut antara lain digunakan untuk kebijakan subsidi pangan, program ketahanan pangan, seperti operasi pasar, serta penyediaan beras untuk rakyat miskin,” kata dia.
Yang ketiga adalah nilai tukar rupiah. Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp13.300. Kerangka pendalaman pasar keuangan pun diharapkan bisa menarik arus modal masuk ke Indonesia dan mengurangi tekanan terhadap rupiah.
Keempat, mantan walikota Solo juga mengatakan rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) selama 3 bulan diasumsikan di tingkat 5,3 persen.
Kelima, asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar US$45 per barel. Peningkatan kebutuhan energi dalam rangka pemulihan ekonomi global menjadi faktor yang mempengaruhi harga minyak pada tahun 2017.
Keenam, lifting minyak dan gas bumi pada 2017 diprediksi sebesar 1,93 juta barel per hari (bph) yang terdiri atas lifting minyak 780 ribu bph dan gas bumi 1,15 juta barel setara minyak per hari.
“ Asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan tersebut mencerminkan kondisi perekonomian terkini serta memperhatikan proyeksi perekonomian mendatang sehingga diharapkan akan lebih realistis dan kredibel,” kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya