Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tas Coperni Dari Meteorit (Foto: Dok Coperni)
Dream - Brand mewah Prancis Coperni baru-baru ini meluncurkan tas terbuat dari batu meteorit.
Tas yang juga dinamai 'Meteorit' tersebut dipahat dengan tangan dari bahan meteorit yang jatuh ke Bumi ribuan tahun yang lalu. Diperkirakan jatuh pada 55.000 tahun yang lalu.
Tas yang merupakan bagian dari koleksi busana musim gugur dan musim dingin 23 itu tersedia dengan edisi terbatas dan dijual dengan harga US$43.000 atau senilai Rp651,4 juta (kurs Rp15.150).
Bicara soal tampilan, tas berwarna hitam itu menggabungkan arkeologi, desain, serta seni klasik dan primitif.

Bentuknya sama seperti tas tangan pada umumnya, namun dengan hasil akhir lebih kasar, mengingat terbuat dari batu meteorit yang bukan sembarang batu.
Tas Meteorit Coperni berukuran 9x12x23 sentimeter, tetapi sedikit lebih berat, sekitar 2 kilogram.

Brand Prancis itu juga menyatakan bahwa setiap meteorit akan diambil secara individual per setiap pesanan dan dapat berasal dari berbagai lokasi, tergantung di mana meteorit itu jatuh di bumi.
Karena sifat tas tangan yang tidak biasa ini setiap pembelian tidak dapat dikembalikan.

Beberapa sumber mengklaim, harganya bisa lebih dari 40.000 euro tergantung pada ukuran dan kualitas meteorit. Namun informasi tersebut tidak ditemukan di toko online Coperni. Pengiriman untuk tas ini diperkirakan sekitar 6 minggu.
Sumber: Oddity Central
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya