Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Di tengah perlambatan ekonomi dunia dan berkurangnya konsumsi masyarakat, ternyata masih ada penduduk di sejumlah negara yang tak berhenti berbelanja. Inilah yang terjadi di Indonesia.
Survei terbaru Indeks Kepercayaan Konsumen dari Nielsen menemukan, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat konsumsi yang masih tinggi.
Berada di posisi puncak adalah penduduk India yang masih optimistis dengan pertumbuhan ekonomi negaranya.
India mencetak skor 130, atau naik satu poin dibandingkan kondisinya tiga bulan yang lalu. Penduduk India bahkan sudah tercatat sebagai konsumen paling rakus sejak kuartal I-2014.
Selain Indonesia, konsumen dari Filipina, Uni Emirate Arab, dan Thailand tercatat masih yakin dengan kondisi perekonomian ke depan.
Indeks kepercayaan konsumen global tercatat stagnan di level 97, atau hanya naik 1 poin dibandingkan kuartal sebelumnya. Level di bawah dan diatas 100 mengindikasikan tingkat optimisme dan pesimisme konsumen.
Survei Nielsen ini mengukur tingkat kepercayaan konsumen lewat tolak ukur prospek kerja, keuangan personal, serta rencana pengeluaran dalam waktu dekat. Survei ini melibatkan lebih dari 30 ribu orang dari 60 negara di dunia.
" Dengan kepercayaan di seluruh dunia yang relatif stabil sepanjang kuartal pertama, patut dipertimbangkan adanya kondisi berbeda di beberapa pasar," kara Senior Vice President dari Nielsen dan presiden The Demand INstitute, Louise Keely seperti dikutip Dream dari laman CNBC, Kamis, 21 Mei 2015.
Tingkat optimisme kini memang sedang menguat di beberapa negara seperti Jepang dan Eropa. Namun konsumen di BRasil, Rusia, dan Tiongkok justru berbalik menjadi pesimis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya