Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Perjalanan pengembangan industri surat utang syariah (sukuk) di Indonesia sudah berlangsung selama 13 tahun. Dimulai dengan penerbitan perdananya oleh PT Indosat pada 2002 hingga kini, pada 2015, penetrasi pemerintah dalam mengembangkannya pun makin kuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk dewan syariah, menetapkan 2015 sebagai tahun pasar modal syariah, merilis roadmap dan menetapkan logo serta tagline pasar modal syariah.
Belum puas dengan hasil yang sudah didapat, OJK pun menggandeng Inggris untuk bekerjasama mengembangkan pasar sukuk domestik.
Kerjasama ini diawali dengan penyelenggaraan workshop untuk mengembangkan wacana tersebut. Workshop bertema Pengembangan Pasar Sukuk Domestik melalui Pasar Global ini diikuti oleh para pelaku industri pasar modal, regulator terkait, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dan Lord Major of the City of London Alan Yarrow.
" Pasar modal syariah Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk berkontribusi dalam pembiayaan kegiatan pembangunan nasional dan pada akhirnya menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto saat membuka workshop Pengembangan Sukuk Domestik Indonesia, Rabu, 20 Mei 2015, di Jakarta.
" Dalam upaya pengembangan pasar modal syariah, kerjasama dengan para pihak khususnya dalam lingkup internasional menjadi sangat penting," tambahnya.
Rahmat menambahkan, OJK juga hendak melakukan adopsi atas international best practices dari negara-negara yang telah sukses mengembangkan industri jasa keuangan syariah.
" Termasuk Inggris, yang merupakan hub industri jasa keuangan syariah di Eropa," tandasnya.
Laporan Kurnia Yunita Rahayu
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?