Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Publik Los Angeles, Amerika Serikat (AS) ternyata masih ada yang baru menyadari produk teh premium asal Indonesia. Berkualitas tinggi, dua produk teh asli Tanah Air bahkan mengundang decak kagum.
" Beberapa pelaku usaha dan tea bloggers di AS ada yang baru mengetahui bahwa Indonesia merupakan produsen teh dengan kualitas tinggi," ungkap Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Umar Hadi seperti dikutip Dream dari laman Kemendag, Rabu, 20 Mei 2015.
Teh organik Indonesia saat ini diakui memilik momentum untuk berkembang di pasar Negeri Paman Sam. Bahkan, komoditas ini bisa menjadi masa depan produk pertanian di masa depan.
Dua jenis teh asli Indonesia, Sinensis dan Assamica menjadi produk teh paling dikagumi publik kota hiburan AS. Kedua jenis teh ini memang menjadi varietas paling terkenal di dunia.
Pejabat Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles, Arief Wibisono mengungkapkan penduduk AS yang mengonsumsi teh semakin bertambah banyak.
Hingga tahun 2019, konsumsi teh di AS ditaksir meningkat menjadi 0,6 kilogram per kepala per tahun.
Ekspor teh Indonesia ke AS pada tahun lalu bernilai US$ 8,19 juta dengan pangsa pasar baru mencapai 1,66 persen. Nilai industri teh di tahun yang sama ditaksir mencapai US$ 8 miliar dan meningkat dua kali lipat atau US$ 15 miliar pada 2016.
Salah satu bukti meningkatnya konsumsi teh terlihat dari pendapatan raksasa minuman Starbuck yang meningkat 7 persen dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan ini salah satunya dipicu penjualan produk teh.
“ Hal ini membuktikan bahwa Indonesia berpeluang besar memanfaatkan pasar yang terbuka lebar ini,” ujar Arief.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya