Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Dana syariah yang bertebaran di seluruh dunia ditaksir mencapai US$ 77 miliar sekitar Rp 1.011 triliun hingga akhir 2019. Saat ini bisnis syariah bernilai US$ 60 miliar.
Pertumbuhan ini seiring naiknya permintaan pembiayaan syariah yang bakal mencapai US$ 185 miliar.
" Ada peluang besar bagi industri ini yang harus berjuang menutup gap pasokan senilai US$ 108 miliar," ungkap studi terbaru dari Thomson Reuters bertajuk Global Islamic Asset Management Outlook Report seperti dikutip dari laman Zawya, Rabu, 20 Mei 2015.
Studi ini melihat kinerja dan efisinsi di sektor keuangan syariah berhasil melewati ekspektasi. Meskipun diakui, perekonomian dunia dibayangi krisis Timur Tengah dan Eropa.
" Dengan momentum ini, banyak pengelola aset yang ingin meningkatkan portofolio investasi syariahnya dalam 12 bulan ke depan," ungkap studi tersebut.
Investor dan perusahaan pengelola keuangan masih menjadi negara Timur Tengah sebagai tujuan investasi mereka. Surat utang syariah (Sukuk) dan keuangan jadi aset andalan untuk investasi pada 2015 dan 2016.
" Hampir 70 persen kekayaan negara Timur Tengah telah ditransfer ke seluruh dunia," kata Managing Director Thomson Reusters untuk awasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Nadim Najjar.
Untuk menangkap peluang tersebut, Nadim mengimbau pengelola aset syariah untuk bersaing menawaran produk dengan yield dan kualitas portofolio terbaiknya.
Studi ini juga menemukan fakta geliat pertumbuhan ekonomi syariah di luar negara-negara inti. Pakistan dan Indonesia yang memiliki iklim politik relatif stabil dinilai terus berupaya memperluas industri keuangan syariah di berbagai sektor.
Tak lupa dengan kemajuan China yang menggenjot produk keuangan yang sesuai prinsip syariah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya