Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Menteri ESDM Sudirman Said. (Antara Foto/Andika Wahyu)
Dream - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menegaskan setiap keputusan besar pemerintah, termasuk pembubaran anak usaha Pertamina, Petral, pasti melibatnya pemimpin tertinggi negara.
Pernyataan Sudirman mengklarifikasi pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang merasa dituduh sebagai pihak dibelakang lambannya pembubaran Petral.
“ Jadi itu kira-kira tanggapan saya dan mohon tidak diperpanjang, karena yang kita lakukan semata-mata menata hal-hal yang sudah lama waktunya,” pinta Sudirman seperti dikutip dari laman Setkab, Selasa, 19 Mei 2015.
Sudirman mengatakan, dalam keputusannya membubarkan Petral, dirinya juga melibatkan pemimpin negara dalam mengambil keputusan besar tersebut.
Dalam pengelolaan Migas di masa lalu, Sudirman meyakini para pengelola, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan mengetahui secara persis situasinya.
Terkait peryataan yang memancing reaksi dari SBY, Sudirman justru mengaku senang telah mendapat sambutan dari berbagai pihak. Hal ini diharapkan membantu banyak pihak melek dan menjadi lebih tahu kondisi yang sebenarnya terjadi.
“ Saya menyambut baik untuk berdiskusi dengan siapapun untuk mencari jalan keluar supaya migas ini, dari waktu ke waktu, lebih baik, lebih transparans, lebih akuntabel, lebih efisien,” ungkap Sudirman Said.
Sebelumnya, presiden SBY geram dengan tudingan pihak Istana selama ini menjadi pemicu lambannya pembubaran Petral. SBY bahkan mendesak Menteri ESDM untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut.
" Saya tertib dalam manajemen pemerintahan. Isu serius seperti mafia migas, pasti saya respons. Tidak mungkin berhenti di meja saya," kata SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan