Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia berhasil keluar dari tekanan usai pengumuman Bank Indonesia yang mempertahankan BI rate di level 7,25 persen. Penguatan ini dibayangi kurs rupiah yang semakin tertekan.
Emiten di sektor perkebunan dan industri aneka kali ini menjadi motor penggerak bursa saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 19 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil menembus zona positif usai menguat 0,722 poin (0,43%) ke level 169,831.
ISSI sebetulnya memulai sesi perdagangan di zona merah. Minimnya sentimen positif yang diterima pasar sempat membuat ISSI terombang-ambing di teritori negatif.
Level tertinggi yang berhasil ditembus ISSI kali ini dicetak di angka 169,831. Dengan posisi terendahnya di level 168,216.
Munculnya aksi beli usai pengumuman BI mendorong 89 emiten syariah menutup perdagangan di zona positif. Namun, 87 emiten syariah lainnya masih tertekan aksi jual dan 66 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,55 triliun dengan 31,56 miliar saham.
Saham-saham unggulan syariah juga bereaksi positif dengan sentimen yang muncul di lantai bursa. Naiknya harga saham dari 16 emiten bluechips syariah mendorong Jakarta Islamic Index (JII) menguat 3,240 poin (0,46%) ke level 711,750.
Indeks JII mengawali sesi perdagangan di zona merah dan sempat jatuh ke level terendah di 704,128. Munculnya aksi beli sempat mengangkat JII ke level tertinggi 711,806.
Tiga emiten dari kelompok Astra menjadi incaran pelaku pasar. Emiten AALI menjadi top gainer dengan menguat Rp 950 per saham. Dua emiten lainnya adalah UNTR yang menguat Rp 425 dan ASII Rp 150 per saham.
Penghuni top gainer bluechips syariah lainnya dihuni oleh SILO yang naik Rp 475 dan AKRA Rp 175 per saham.
Sentimen dari BI serta kehadiran emiten baru di lantai bursa juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus zona hijau.
IHSG sore ini ditutup menguat 31,560 poin (0,60%) ke level 5.269,371. IHSG sempat bertengger di level tertinggi 5.273,488 dan terendah 5.219,568.
Pasar saham Indonesia diguyur dana investor hingga Rp 6,03 triliun dengan posisi asing yang masih mencetak nett sell Rp 429,25 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah masih tak berkutik menghadapi penguatan dolar AS. Rupiah sore ini bertengger di level 13.154 per dolar AS, turun 8 poin (0,06%). Rupiah bahkan sempat menembus level 13.210 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya