Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

BI Longgarkan Kebijakan, Indeks Syariah Berbalik Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 19 Mei 2015 16:26
BI Longgarkan Kebijakan, Indeks Syariah Berbalik Menguat
BI berjanji akan melonggarkan kebijakan makroprudential untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Dream - Bursa saham Indonesia berhasil keluar dari tekanan usai pengumuman Bank Indonesia yang mempertahankan BI rate di level 7,25 persen. Penguatan ini dibayangi kurs rupiah yang semakin tertekan.

Emiten di sektor perkebunan dan industri aneka kali ini menjadi motor penggerak bursa saham.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 19 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berhasil menembus zona positif usai menguat 0,722 poin (0,43%) ke level 169,831.

ISSI sebetulnya memulai sesi perdagangan di zona merah. Minimnya sentimen positif yang diterima pasar sempat membuat ISSI terombang-ambing di teritori negatif.

Level tertinggi yang berhasil ditembus ISSI kali ini dicetak di angka 169,831. Dengan posisi terendahnya di level 168,216.

Munculnya aksi beli usai pengumuman BI mendorong 89 emiten syariah menutup perdagangan di zona positif. Namun, 87 emiten syariah lainnya masih tertekan aksi jual dan 66 lainnya bertahan stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,55 triliun dengan 31,56 miliar saham.

Saham-saham unggulan syariah juga bereaksi positif dengan sentimen yang muncul di lantai bursa. Naiknya harga saham dari 16 emiten bluechips syariah mendorong Jakarta Islamic Index (JII) menguat 3,240 poin (0,46%) ke level 711,750.

Indeks JII mengawali sesi perdagangan di zona merah dan sempat jatuh ke level terendah di 704,128. Munculnya aksi beli sempat mengangkat JII ke level tertinggi 711,806.

Tiga emiten dari kelompok Astra menjadi incaran pelaku pasar. Emiten AALI menjadi top gainer dengan menguat Rp 950 per saham. Dua emiten lainnya adalah UNTR yang menguat Rp 425 dan ASII Rp 150 per saham.

Penghuni top gainer bluechips syariah lainnya dihuni oleh SILO yang naik Rp 475 dan AKRA Rp 175 per saham.

Sentimen dari BI serta kehadiran emiten baru di lantai bursa juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus zona hijau.

IHSG sore ini ditutup menguat 31,560 poin (0,60%) ke level 5.269,371. IHSG sempat bertengger di level tertinggi 5.273,488 dan terendah 5.219,568.

Pasar saham Indonesia diguyur dana investor hingga Rp 6,03 triliun dengan posisi asing yang masih mencetak nett sell Rp 429,25 miliar.

Dari pasar keuangan, rupiah masih tak berkutik menghadapi penguatan dolar AS. Rupiah sore ini bertengger di level 13.154 per dolar AS, turun 8 poin (0,06%). Rupiah bahkan sempat menembus level 13.210 per dolar AS.

Beri Komentar