Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengantin Baru Juga Harus Kompak Dalam Mengelola Keuangan Rumah Tangga. (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengatur keuangan dengan baik menjadi hal yang penting bagi pasangan yang hendak menikah dan yang mulai berkeluarga. Mengatur keuangan dengan bijak bisa membuat keluarga baru menentukan cara efektif dan efisien dalam mengoptimalkan dana yang ada.
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 25 Oktober 2019, Co-Founder ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie, berbagi sejumlah tips bagi para calon pengantin dalam mengatur keuangan. Diharapkan tips tersebut dapat menghindari terjadinya pembengkakan biaya dalam rumah tangga.
Pertama, harus ada sikap terbuka terhadap kondisi finansial dari masing-masing orang. Hal ini sebaiknya sudah dimulai sejak merencanakan pernikahan. Dengan demikian, pasangan bisa menentukan bujet untuk acara penikahan atau kehidupan setelah menikah.
" Mau sewa (rumah), apakah mau numpang. Mau numpang pun mau numpang sama orang tua yang mana. Itu bisa menjadi sebuah perdebatan," kata Prita.
Prita melanjutkan, pasangan juga harus menyepakati metode pengelolaan uang. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan pengaturan keuangan yang baik juga sehat.
Jangan lupa juga bahwa setiap rumah tangga memiliki metode pengaturan keuangan yang berbeda-beda.
" Tentukan siapa yang akan menjadi manajer keuangan dalam rumah tangga. Kan mungkin kalau tadi dua-duanya kerja, manage masing-masing, setelah jadi satu rumah tangga ini pilihannya siapa," kata dia.
Prita menekankan harus ada rincian sumber penghasilan dari mana saja. Misalnya, setelah menikah, sang suami meminta istri untuk tidak bekerja. " Yang kayak begitu harus dijalin komunikasi," kata dia.
Tiap pasangan harus sama-sama merumuskan rencana serta tujuan keuangan pengelolaan keuangan. Hal yang perlu diperhatikan oleh tiap pasangan adalah menentukan porsi-porsi prioritas dalam mengalokasikan anggaran rumah tangga.
Merancang bersama keuangan keluarga sangat penting mulai dari tahap merencanakan pernikahan hingga kehidupan setelah menikah. Sebab besar biaya yang digunakan untuk satu tahap akan berpengaruh pada tahap selanjutnya.
" Prioritas utamanya kan biasanya seperti beli rumah, sekolah anak. Dan juga dana pensiun. Kan nanti bakal tua juga. Itu anggaran yang harus ditentukan tiap bulan bersama pasangan," kata dia.
Terkait tips-tips tersebut, dia menekankan, setiap pasangan diharapkan dapat bersikap jujur satu sama lain. Jika tidak akan berbahaya bagi kesehatan keuangan keluarga.
" Mau spending tapi takut ketahuan. Nah itu nggak sadar duit itu keluar nggak sadar, mula-mula Rp100 ribu per bulan, lama-lama Rp1 juta. Itu bisa kehilangan banyak. Jadi harus jujur sama pasangan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya