Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kolonel Mohammed Rashid Al Muhairi, Direktur Jenderal Departemen Pariwisata dan Polisi Dubai mengatakan pihaknya telah menangkap rombongan pengemis yang menggunakan media sosial, untuk menyebarkan berita tentang 'penderitaan' mereka untuk mendapat uang.
Seperti dikutip dari Emirates 247, Selasa, 9 Juni 2015, Kolonel Muhairi menambahkan mereka menggunakan WhatsApp dan Instagram untuk menarik simpati dari warga.
Para pengemis itu mengirim pesan melalui dua aplikasi tersebut dan meminta penerima untuk meneruskannya ke kontak mereka.
Untuk itu, lanjut Kolonel Muhairi, Kepolisian Dubai akan meluncurkan kampanye selama bulan Ramadan untuk mengakhiri praktik ini. Dan yang tertangkap akan dipenjara selama satu bulan, lalu setelah itu dideportasi ke negara asalnya.
Baru-baru ini Kepolisian Dubai menangkap minibus penuh dengan pengemis yang akan ditempatkan di lokasi yang berbeda di negara itu.
Sementara itu, Kolonel Jamal Al Shamsi, Direktur Departemen Anti-Mengemis di Kepolisian Dubai, mengatakan kampanye akan dilakukan bekerja sama dengan Dewan Kota Dubai, Direktorat Jenderal Pemukiman dan Urusan Orang Asing, dan Departemen Wakaf dan Kegiatan Amal di Dubai.
Kolonel Shamsi juga mengatakan bahwa pihaknya sedang meneliti dan merumuskan undang-undang yang berkaitan dengan pengemis dan mengemis.
Kampanye anti-mengemis yang diluncurkan sejak tahun 2009 sejauh ini telah membuahkan tangkapan 4.316 pengemis. Dari jumlah tersebut, 1.237 ditahan selama bulan Ramadhan.
Tahun lalu, polisi menangkap 814 pengemis, dibandingkan dengan 780 pada 2013 dan 642 pada tahun 2012.
Sejak awal tahun ini, 180 pengemis - 141 pria dan 39 wanita - telah tertangkap.
Kebanyakan dari mereka tertangkap di luar toko-toko dan masjid dan daerah pemukiman seperti Al Mamzar dan Jumeirah.
Menurut pejabat polisi, beberapa pengemis datang ke Uni Emirat Arab dengan menggunakan visa kunjungan atau bisnis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya