Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Seorang Pria Di Iran Sedang Menjalani Pemeriksaan Suhu Tubuh. (Foto: Shutterstock)
Dream - Iran menjadi salah satu negara yang terdampak virus corona. Negara ini mengajukan pinjaman kepada International Monetary Fund (IMF) untuk pertama kalinya selama beberapa puluh tahun terakhir, sekitar tahun 1962.
Dikutip dari IB Times, Jumat 13 Maret 2020, negara ini mengajukan utang pertama untuk memerangi dampak pandemi corona yang telah merenggut 429 nyawa dan menginfeksi lebih dari 10 ribu nyawa.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengumumkan hal ini di Twitter. Zarif meminta IMF untuk membantunya.
Dalam sebuah surat yang dilayangkan untuk Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dia juga meminta pengakhiran sanksi-sanksi yang dilayangkan Amerika Serikat. “ (Sanksi-sanksi itu) merusak upaya kami untuk memerangi epidemi Covid-19 di Iran,” kata dia.
Iran juga akan menggunakan sumber dayanya untuk memerangi virus corona, termasuk pembiayaan darurat. “ Bank sentral kami segera meminta akses ke fasilitas ini,” kata diplomat atas Iran.
Sekadar informasi, IMF mengeluarkan skema pinjaman cepat untuk negara anggota yang menghadapi kebutuhan finansial secara mendesak. Skema ini dikeluarkan antara 1960-1962. Menurut catatan, Iran sama sekali belum pernah mengajukan pinjaman kepada IMF.
Gubernur Bank Sentral Irna, Abdolnasser Hemmati, mengatakan Iran memerlukan dana sekitar US$5 miliar (Rp72,74 triliun).
“ Mengingat prevalensi yang luas dari virus corona di negara kami dan kebutuhan untuk pencegahan dan penyembuhan serta mengatasi dampak ekonomi,” kata Hemmati.
Dream - Pemerintah memantau perkembangan virus corona di dunia. Untuk mencegah penyebaran virus berkode Covid-19, pemerintah melarang kedatangan dari tiga negara, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan.
“ Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus Covid-19 di luar Tiongkok, terutama di tiga negara, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan,” kata Menteri Luar Negeri, Retno L. P. Marsudi, di Jakarta, dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Kamis 5 Maret 2020.
Ada tiga hal yang diatur. Pertama, larangan transit atau masuk bagi para turis dalam 14 hari terakhir yang melakukan perjalanan ke Iran (Teheran, Qom, dan Gilan), Italia (Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont), serta Korea Selatan (Daegu dan Gyeongsangkbukdo).
![]()
Para turis dari tiga negara di wilayah itu harus memiliki surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara.
Surat keterangan tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat check-in.
“ Tanpa surat keterangan sehat dan otoritas kesehatan yang berwenang, para pendatang/travelers itu akan ditolak untuk masuk/transit di Indonesia,” kata dia.
Sebelum mendarat, Retno meminta para turis tiga negara itu wajib mengisi Health Alert Card yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan. Di dalam Kartu tersebut antara lain memuat pertanyaan mengenal riwayat perjalanan.
“ Apabila dari riwayat perjalanan, yang bersangkutan perah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang kami sebut tadi, yang bersangkutan akan ditolak masuk/transit di Indonesia,” kata dia.
WNI yang berasal dari tiga negara itu harus melalui pemeriksaan kesehatan tambahan di bandara kedatangan. Kebijakan tersebut berlaku mulai Minggu, 8 Maret pukul 00.00.
“ Kebijakan ini bersifat sementara, akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,” kata Retno.
Dream - Virus corona tengah mewabah dan menewaskan puluhan orang di Iran. Sejumlah pejabat Negeri Mullah turut terinfeksi virus ini, bahkan ada yang sudah meninggal.
Untuk mencegah penularan virus ini, Iran memutuskan membebaskan 54 ribu tahanan untuk sementara waktu. Ini agar para tahanan tidak tertular infeksi Covid-19.
Juru bicara pengadilan, Gholamhossein Esmaili, menerangkan tahaman dibolehkan keluar penjara setelah dinyatakan negatif dari Covid-19 usai pemeriksaan dan memberikan jaminan. Tetapi, tahanan dalam pengawasan yang dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun tidak akan dibebaskan, dilaporkan BBC.
![]()
Iran menjadi negara keempat dengan kasus infeksi virus corona terbesar di dunia. Jumlahnya mencapai 2.336 kasus dengan angka kematian mencapai 77 jiwa.
Pada Selasa, Kementerian Kesehatan Iran menyatakan jumlah kasus yang terkonfirmasi meningkat lebih dari 50 persen di dua hari awal pekan ini.
Sejumlah kasus yang berkaitan dengan Iran juga bermunculan di sejumlah negara. Antara lain Afghanistan, Kanada, Libanon, Pakistan, Kuwait, Bahrain, Irak, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Sejumah pejabat senior Iran dilaporkan telah tertular. Pejabat terakhir yang dilaporkan terinfeksi virus ini adalah kepala layanan darurat medis, Pirhossein Kolivand.
23 dari 290 anggota parlemen Iran juga telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
Pada Senin, anggota Dewan Kemanfaatan, badan pemberi saran kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, meninggal akibat Covid-19 di Teheran. Identitas pejabat tersebut diketahui sebagai Mohammad Mirmohammadi, 71 tahun, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan Ayatollah Khamenei.
Dream - Kasua infeksi virus corona di dunia terus mengalami peningkatan. Bahkan kasus yang terkonfirmasi terpapar virus Covid-19 sudah mencapai angka 90 ribuan.
Data John Hopkins University per Rabu, 4 Maret 2020 pukul 10.13, melaporkan infeksi corona terkonfirmasi di seluruh dunia mencapai 93.129 kasus. Angka kematian mencapai 3.198 pasien.
Di tengah bertambahnya kasus baru, jumlah pasien yang dinyatakan telah sembuh dari virus corona juga meningkat. Dari data yang sama, jumlah warga di dunia yang sembuh dari paparan Covid-19 telah mencapai 50.681 orang.
Yang cukup mengejutkan adalah jumlah kematian akibat virus corona di Italia meningkat cukup pesar. Negeri Pizza ini bahkan menggeser posisi Iran sebagai negara dengan kasus kematian terbesar kedua setelah China.
Angka kematian pasien positif terjangkit virus corona di Italia mencapai 79 jiwa dari total 2.502 kasus, lebih tinggi dibandingkan Iran dengan 77 jiwa dari 2.336 kasus terkonfirmasi.

Peta sebaran virus corona di Italia
Sementara angka pasien sembuh di Italia lebih rendah ketimbang Iran. Di Italia, kasus pasien sembuh mencapai 160 jiwa, sedangkan Iran 291 jiwa.
Di China, angka kematian mencapai 2.981 jiwa. Sedangkan angka pasien sembuh sebanyak 49.844 jiwa dari total 80.270 kasus.
Sedangkan Korea Selatan masih menduduki peringat kedua negara dengan kasus infeksi virus corona terkonfirmasi terbanyak. Untuk angka kematian di Negeri Ginseng tercatat sebanyak 28 jiwa dengan angka pasien sembuh sebanyai 41 jiwa dari total 5.328 kasus.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

