Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pepatan pertemuan pertama akan meninggalkan kesan mungkin ada benarnya. Orang bisa mengukur Anda dalam hitungan detik, tapi apakah mereka bisa menilai Anda dengan sebenarnya?
psikolog Susan Fiske dan Peter Glick, Profesor Harvard Business School, Amy Cuddy, telah mempelajari ilmu tentang kesan pertama selama lebih dari 15 tahun. Hasilnya, Fiske telah menemukan pola dalam interaksi ini.
Dalam buku barunya " Presence" , Cuddy mengatakan orang dengan cepat akan mengajukan dua pertanyaan berikut ketika pertama kali bertemu dengan Anda: 'Bisakah saya percaya orang ini?' dan 'Dapatkah saya menghormati orang ini?'
Psikolog menyebut dimensi ini sebagai kehangatan (warmth) dan kompetensi (competence). Dan idealnya Anda ingin dianggap memiliki keduanya.
Menariknya, Cuddy mengatakan bahwa kebanyakan orang, terutama dalam konteks profesional, percaya bahwa kompetensi adalah faktor yang lebih penting. Apalagi hampir semua orang ingin selalu membuktikan bahwa dirinya lebih pintar dan cukup berbakat untuk menangani bisnis Anda.
Namun pada kenyataannya, kehangatan atau kepercayaan, adalah faktor yang paling penting dalam bagaimana orang menilai Anda.
" Dari perspektif evolusi," kata Cuddy mengutip laman businessinsider, Kamis, 28 Januari 2016, " Mengetahui apakah seseorang layak mendapat kepercayaan kita adalah hal yang lebih penting untuk kelangsungan hidup kita."
Cuddy kemudian menggambarkan manusia zaman purba. Bagi manusia purba lebih penting untuk mencari tahu apakah teman satu gua akan membunuhnya dan mencuri semua hartanya, daripada jika temannya itu cukup kompeten untuk membuat api.
Meski kompetensi sangat penting, Cuddy mengatakan kompetensi harus dinilai setelah muncul kepercayaan. Menurutnya, jika seseorang hanya fokus pada menampilkan kompetensi, itu akan menjadi bumerang baginya.
" Jika orang yang ingin Anda pengaruhi tidak mempercayai Anda, Anda tidak akan mendapat kepercayaan yang besar. Bahkan Anda mungkin menimbulkan kecurigaan karena Anda terlihat manipulatif," kata Cuddy.
" Orang yang hangat dan bisa dipercaya dengan mudah menimbulkan kekaguman yang kuat, tetapi hanya setelah mendapat kepercayaan yang mengubah kekuatan menjadi hadiah, bukan ancaman."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya