Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Indeks saham syariah berhasil memanfaatkan rebound bursa Asia dan menutup perdagangan di zona hijau. Emiten sektor manufaktur dan perkebunan memimpin laju positif Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perdagangan tengah pekan ini juga kembali disemarakan dengan aksi beli asing. Meski terbilang kecil, asing mencetak nett buy sekitar Rp 100 miliar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,872 poin (1,32%) ke level 143,459.
Penguatan juga berhasil dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang sempat terpeleset ke zona merah. Indeks JII naik 10,283 poin (1,73%) ke level 605,231.
Laju ISSI sepanjang perdagangan mantap di zona positif. ISSI baru bisa menyentuh level tertingginya di ses penutupan seiring munculnya kembali aksi beli investor.
Dengan dana berputar hingga Rp 3,17 triliun, aksi beli saham investor mengangkat 113 emiten syariah bergerak menguat. Sementara 57 lainnya masih tertekan aksi jual dan 56 emiten ISSI bertahan stagnan.
Sebagian besar penghuni indeks JII juga dilanda aksi beli investor. Sebanyak 24 emiten bluechips syariah menutup perdagangan di zona hijau.
Indeks sektor barang konsumsi memimpin penguatan usai naik 4,27 persen setelah saham dua produsen rokok dan Unilever dilanda aksi beli. Diikuti manufaktur yang naik 3,17 persen, perkebunan 2,95 persen dan industri dasar 1,87 persen.
Deretan emiten bluechips syariah yang masuk jajaran top gainer kali ini adalah UNVR dengan kenaikan Rp 1.325 per saham. Disusul INTP Rp 550, SMGR Rp 525, AKRA Rp 350, dan INDF Rp 325 per saham.
Sebaliknya, empat saham keping biru syariah yang dilanda pelemahan masing-masing ITMG yang turun Rp 150, MIA Rp 20, PGAS Rp 10, dan LPKR Rp 5 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak menguat meski sempat jatuh ke level terendah di 13.887 per dollar AS. Sore ini rupiah nai 14 poin (0,10%) menjadi 13.871 per dolar AS.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya