Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kerja sama perdagangan Indonesia-Arab Saudi dalam Trade Expo Indonesia 2017 mencapai US$ 53 juta, atau setara Rp700 miliar. Dalam kerja sama itu, kontrak antara PT Yakin Maju Indonesia dengan Towerib Group Arab Saudi mencatatkan nilai kontrak terbesar.
" Nilai kontrak selama lima tahun sebesar US$ 50 juta (setara Rp674 miliar)," kata Direktur Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) Gunawan kepada Dream, di ICE-BSD, Serpong, Banten, Jumat, 13 Oktober 2017.
Gunawan mengatakan, penjajakan kerja sama kedua perusahaan itu terbilang sangat cepat. Mereka memulai pembicaraan kerja sama sejak April 2017.
Selain kerja sama itu, yang cukup menarik adalah kontrak kerja sama bernilai US$1,3 juta, setara Rp17,5 miliar. Kontrak tersebut dibuat CV Promosi Dagang Asia dan Alanan Trading and Industrial Company untuk perdagangan arang.

" Permintaan arang itu untuk dua hal, (memasak) makanan dan sisha," ucap Gunawan.
Gunawan mengatakan secara keseluruhan, komoditi Indonesia yang mendapat lirikan Arab Saudi yaitu CPO, ban mobil, makanan dan minuman, serta ikan dan produk olahan ikan.
" Khusus fish and fishery, karena masyarakat Saudi lagi kampanye makan ikan, realisasi tahun 2016 itu naik 94 persen ketimbang tahun sebelumnya," ujar dia.
Sementara itu untuk kosmetik dan tata busana Indonesia memiliki peluang besar. Gunawan mengatakan saat ini Arab Saudi sedang menggencarkan posisi perempuan di bidang ekonomi dan politik.
Untuk kosmetika, saat ini perusahaan bulu mata sintetis PT Pajajaran Prima Boga telah mengikat kontrak dengan Batterjee Group.
Untuk bersaing di pasar Arab Saudi, Konjen RI Jeddah M Hery Saripudin menyarankan agar penguasaha memperhatikan Kontinuitas supply, harga yang kompetitif, sertifikat halal dan standar internasional.
" Serta menjaga hubungan komunikasi dan kepercayaan buyer," ujar Hery.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya