Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Presiden Joko Widodo Dan Presiden Perancis, Francois Hollande Saat Tiba Di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Setkab/Agung)
Dream – Untuk pertama kalinya sejak 30 tahun yang lalu, pemerintah Perancis melakukan lawatan resmi ke Indonesia Membawa sekitar 40 pebisnis, Presiden Perancis, Francois Hollande, hari ini (Rabu, 29/3/2017) mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta.
Mengutip laman Setkab, Hollande tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.45 WIB. Hollande disambut pasukan marching band Paspampres, pasukan berkuda, dan pasukan pakaian adat mengawal mobil yang membawa Presiden Hollande.
Di halaman Istana Merdeka, Presiden Jokowi menyambut langsung kedatangan Presiden Perancis Francois Hollande. Usai upacara penyambutan kenegaraan, Presiden Jokowi dan Presiden Hollande melakukan foto bersama, kemudian berjalan menuju beranda belakang Istana Merdeka guna melakukan diskusi (veranda talk).
Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan kunjungan tersebut merupakan peristiwa bersejarah. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama presiden Perancis setelah 30 tahun.
Dalam kunjungannya ini, Hollande memang fokus pada ekonomi. Nantinya dia akan didampingi oleh 30-40 pengusaha dari berbagai bidang seperti infrastruktur, energi, dan ekonomi kreatif.
Sementara laman Kedubes Perancis di Jakarta, mengungkapkan, belasan kesepakatan kemitraan di berbagai sektor strategis antara perusahaan Prancis dan Indonesia akan ditandatangani pada lawatan Hollande ke Indonesia.
Total investasi yang terkait dengan kemitraan tersebut mencapai lebih dari US$ 2,6 miliar dolar terbagi atas sektor energi lebih dari US$1 miliar, infrastuktur terutama infrastruktur transportasi dan pariwisata lebih dari US$ 1,1 miliar, dan bisnis ritel senilai US$ 500 juta dolar.
Jumlah tersebut belum mencakup investasi sebesar ratusan juta dolar maupun komitmen pengembangan kompentensi serta sejumlah realisasi investasi lebih dari lima puluh perusahaan Prancis di bidang kosmetika, pengolahan karet, pertanian, serta kedirgantaraan (antara lain), yang ikut dalam rombongan Presiden.
Sektor-sektor lain yang tercakup dalam sejumlah kesepakatan tersebut adalah Internet of things (IoT) kerja sama maritim, industri kreatif, dan pertahanan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam