Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya me-reshuffle beberapa menteri. Terhitung ada sembilan menteri baru di jajaran Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.
Muncul pula harapan dari kalangan masyarakat seiring dengan adanya menteri baru tersebut. Salah satunya adalah agar pemerintahan Presiden Jokowi dapat berjalan sesuai dengan amanat.
Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid, ke depannya Presiden harus mengambil tanggung jawab penuh terhadap kinerja para menteri yang dipilihnya.
" Presiden harus mengambil tanggung jawab penuh, jangan nanti dilempar ke para menteri, ini kan pilihan beliau," kata Hidayat di sela-sela acara Halal bi Halal akbar di Gedung Balai Sudirman, Jakarta, Rabu malam, 27 Juli 2016.
Sementara salah satu tokoh reformasi, Amien Rais, berpesan Jokowi sudah tidak perlu lagi melakukan pencitraan. Ia menegaskan Presiden harus menjadi top leader dan membagi kerja yang bagus.
" Saya berharap Presiden bisa mewujudkan nawacita, sekarang sering saya sindir sebagai nawa sengsara, karena masih sengsara ekonomi, pendidikan, psikologi, hukum, sosial dan sengsara segala macam," ucap Amien.
Amien berujar dengan beberapa pergantian menteri ini, ia masih percaya Presiden Jokowi bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
Sementara Akbar Tanjung mengomentari salah satu kader Golkar yang menjadi menteri baru, Erlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian. Menurutnya, penunjukkan kader Golkar masuk di pemerintahan merupakan suatu amanat yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.
" Saya pribadi juga akan bertemu Erlangga, agar dia mampu memberikan yang terbaik demi suksesnya pembangunan nasional kita di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," ujar dia.
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie berpesan bagi para menteri yang terpilih tidak perlu merayakannya secara berlebihan, sementara yang diberhentikan juga tidak perlu hingga merasa sedih berkepanjangan.
" Bagi yang terpilih tidak usahlah syukuran gede-gedean, dan kalau yang diberhentikan juga enggak usah sedih sampai berminggu-minggu," kata dia.
Menurutnya, kekuasaan hanya sebagai alat untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya