Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Sejumlah paket kebijakan ekonomi telah dirilis pemerintah. Implementasi paket kebijakan pemerintah diyakini bisa meningkatkan investasi dan memacu ekspor.
Bank Indonesia (BI) berharap implementasi ini paket kebijakan ini pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gubernur BI, Agus D. W. Martowardojo, mengatakan optimisme ini didukung oleh banyaknya sinyal, seperti penguatan rupiah dan terjaganya inflasi.
" Juga kebijakan pemerintah, seperti amnesti pajak yang membuka potensi repatriasi dana dari luar negeri ke dalam negeri," kata Agus di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya yang diterima Dream, Kamis 28 Juli 2016.
Agus mengatakan kebijakan ekonomi tersebut tentunya akan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sendiri menargetkan paket kebijakan ekonomi bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun ini.
" Kami mengharapkan sektor properti lebih tumbuh, baik yang dibiayai keuangan konvensional maupun keuangan syariah," kata mantan menteri keuangan itu.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, menekankan poin Agus tentang dukungan keuangan syariah terhadap pertumbuhan di semester kedua 2016 atau tahun depan.
Enny mengatakan bahwa seluruh pemangku kepentingan lain perlu bersama-sama memetakan dan mengemas potensi ekonomi syariah di Indonesia.
" Pengembangan ekonomi syariah berarti pengembangan ekonomi Indonesia," kata Enny.
Sekadar informasi, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah merilis 12 paket kebijakan ekonomi. Menurut data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ada 203 paket Kebijakan Ekonomi Indonesia dalam paket I-XII yang masuk ke dalam daftar deregulasi. Di antara kebijakan yang telah diregulasi termasuk di antaranya revitalisasi industri modal ventura, pembiayaan konsorsium untuk industri yang berorientasi ekspor serta bisnis kreatif dan mikro. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah dalam melakukan pengkajian menyeluruh dan menyisir seluruh basis data kebijakan serta rencana aksi pascaimplementasi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan