Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penguatan Rupiah Jadi Sentimen Positif Terhadap Indeks Syariah.
Dream - Penguatan kuar rupiah selama dua hari terakhir mendorong pelaku pasar untuk kembali terjun ke lantai bursa. Kepercayaan diri investor semakin menguat usai melihat laju indeks bursa saham regional yang sebagian besar bergerak menguat.
Sentimen dari dalam dan luar negeri itu mendorong tiga indeks acuan saham syariah kembali bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 7 November 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,649 poin (0,37%) ke level 176,236. ISSI membuka perdagangan dengan melaju positif ke level 175,957. Laju penguatan ini bertahan hingga 30 menit jelang penutupan perdagangan sesi pertama.
Di sepanjang periode penguatan itu, ISSI sempat bertengger di level tertingginya di 176,513 sebelum ditutup melemah di sesi siang.
Membuka perdagangan sesi kedua, ISSI malah bergerak fluktuatif. Laju indeks acuan saham syariah di BEI ini berulang kali melaju di dua zona. Namun 30 menit jelang penutupan, ISSI mulai kembali dilanda aksi beli asing hingga menutup perdagangan di zona positif.
Pergerakan yang sama terjadi pada indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Indeks berisi 30 emiten syariah pilihan ini menutup perdagangan dengan menguat 3,944 poin (0,6%) ke level 659,693.
Sementara Indeks JII70 meningkat 1,311 poin (0,6%) ke level 218,429.
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga semakin mendekati posisi 6.000. IHSG di pertengahan pekan ini ditutup menguat 15,956 poin (0,27%) ke level 5.939,886.
Perdagangan kali ini relatif lebih ramai dibandingkan dua hari terakhir. Hingga sesu paska-penutupan, tercatat nilai transaksi mencapai Rp3,39 triliun dari 34,04 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Aksi jual beli pemodal asing juga mengalami kenaikan. Tercatat asing melakukan transaksi sebanyak 107.975 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp2,28 triliun.
Sebagian besar indeks sektoral menghijau. Investor lebih melirik sektor properti dan industri aneka untuk bermain saham. Alhasil, kedua saham ini melesat 1,9 persen dan 1,48 persen.
Sebaliknya, saham pertanian terkoreksi 0,19 persen, barang konsumsi 0,17 persen, dan keuangan 0,02 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LINK yang harga sahamnya meningkat Rp675, UNTR Rp475, INAF Rp340, DIGI Rp235, dan UNIC Rp230.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah DSSA yang harga sahamnya terkoreksi Rp300, SRTG Rp240, CPIN Rp200, TCPI Rp200, dan INTP Rp175.
Pada pukul 16.27, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 214 poin (1,47%) ke level Rp14.590.

Penguatan rupiah ini menjadi yang tertinggi di daerah regional. Penguatan mata uang kedua terhadap dolar AS ada di won Korea. Pada jam yang sama, dolar AS melemah 0,8 poin (0,07%) ke level 1.12o won.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya