Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penguatan Rupiah Menjadi Sentimen Positif Bagi Indeks Syariah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks bursa saham syariah Indonesia tancap gas setelah investor menangkal sinyal positif dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan laju kurs rupiah. Dua sentimen ini membuat pelaku pasar cukup percaya diri melantai di bursa saham.
Kurs dollar AS hari ini, Rabu, 19 Desember 2018 diketahui keok dari rupiah yang berhasil menembus level Rp14.300. Sementara Bank Indonesia diyakini bakal mempertahankan suku bunga acuannya.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 2,342 poin (1,29%) ke level 182,820. ISSI terus merangkak naik setelah dibuka positif di level 180,656.
Jelang perdagangan berakhir, investor makin getol membeli saham syariah sehingga mendorong laju ISSI semakin kencang.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga melesat 13,099 poin (1,94%) ke level 688,281. Indeks JII70, tumbuh 4,019 poin (1,79%) ke level 228,423.
Mendapat suntikan tenaga baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mau ketinggalan untuk tancap gas. IHSG terangkat 94,227 poin (1,55%) ke level 6.176,094.
Rupiah yang tembus Rp14.300 menjadi angin segar bagi investor. Aksi beli pun marak terjadi di lantai bursa.
Investor membeli sahamnya hampir di semua indeks sektoral, terutama di sektor barang konsumsi, industri dasar, dan manufaktur. Ketiga indeks ini meroket masing-masing 2,82 persen, 2,69 persen, dan 2,43 persen.
Hanya ada satu indeks yang melemah, yaitu perdagangan sebesar 0,1 persen.
Aksi beli investor mendorong emiten syariah UNVR menjadi top gainer usai harganya naik Rp1.050. Peningkatan harga saham ini juga diikuti oleh PCAR yang naik Rp750, CPIN Rp450, INTP Rp425, dan AALI Rp350.
Sementara jajaran top losser saham syariah dihuni UNTR yang terkoreksi Rp600, BYAN Rp375, MAPA Rp200, EPMT Rp110, dan IBST Rp100.
Dari pasar uang, rupiah makin gagah. Mata uang Garuda kembali bertengger di level Rp14.300.
Pada pukul 16.09, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah merosot 111 poin (0,77%). Pelemahan dolar AS terhadap rupiah menjadi yang terdalam di kawasan.
Mata uang regional yang menguat kedua setelah rupiah adalah won. Dolar AS melemah 2,3 poin (0,2%) ke level 1.124,700 won.(Sah)
Kurs acuan Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencatat laju penguatan rupiah terhadap dollar AS. Mata uang negeri Paman Sam itu rata-rata diperdagangkan di level 14.380 atau melonjak 143 poin dari perdagangan kemarin yang masih berada di level 14.523/Dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya