Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Indeks Syariah, Kok, Malah Loyo, Ya?
Dream - Saham-saham bluechips syariah belum lepas dari tekanan jual. Laju dua indeks acuan saham unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70, kembali jatuh ke zona negatif pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 23 Januari 2019.
Beruntung Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih mendapatkan dukungan dari emiten lapis dua. Indeks ISSI menutup perdagangan dengan bergerak menguat.
ISSI menutup sesi perdagangan tengah pekan ini dengan menanjak 0,202 poin (0,1%) ke level 191,765. ISSI sempat terpeleset masuk zona merah saat perdagangan berjalan sekitar 1 jam. Namun pelemahan yang sempat mencapai level terendah 191,227 itu hanya berjalan sesaat.
Indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia ini kembali bergerak menguat hingga akhir sesi perdagangan. Level tertinggi ISSI diukir di leel 192,452.
Sayang laju penguatan ini tak bisa diikuti dua indeks bluechips syariah. Indeks JII bergerak turun 3,442 poin (0,47%) ke level 721,314. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 6,857 poin (0,42%) ke level 240,108.
Laju dua indeks bluechips syariah ini seiring dengan IHSG yang juga melemah 17,392 poin (0,27%) ke level 6.451,170.
Investor sepertinya menahan diri melantai di bursa saham. Aksi beli saham terjadi di sektor perdagangan yang mendorong indeksnya naik 1,11 persen. Kenaikan juga dialami ideks sektor properti sebesar 0,62 persen, industri dasar 0,16 persen, pertambangan 0,06 persen, dan industri aneka 0,05 persen.
Asing mulai mengurangi aksi belanja sahamnya di pasar modal Indonesia. Investor yang doyan berburu saham keuangan mendorong indeks sektor ini terkoreksi 1,09 persen. Disusul indeks sektor pertanian 0,45 persen, barang konsumsi 0,32 persen, infrastruktur 0,14 persen, dan manufaktur 0,13 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INDF yang harga sahamnya naik Rp65, BUKK Rp65, INDS Rp60, MCAS Rp60, EXCL Rp50.
Sebaliknya, harga SIDO turun Rp60, AALI Rp50, NIKL Rp50, TPIA Rp50, dan LINK Rp40.
Pada pukul 16.07, rupiah menguat tipis. Kurs dolar AS terhadap rupiah melemah 33 poin (0,23%) ke level Rp14.187.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya