4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Label Halal. (Source: Shutterstock)
Dream - Sejak beberapa tahun belakangan, pemerintah berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat makanan dan wisata halal, serta pakaian muslim dunia. Hal itu didukung oleh peran bank syariah.
Menurut Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center sekaligus Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES), Sapta Nirwandar, Indonesia telah berhasil menjadi pusat industri halal. Sayangnya, hanya sebagai konsumen.

" Memang kita ini jadi negara top di sektor industri halal, tapi sebagai consumer. Indonesia menjadi konsumen halal food peringkat pertama sebesar 114 miliar dolar AS," ujar Sapta Nirwandar, dalam Forum Muhadatsah Bulanan Dewan Pakar PP MES bertajuk 'Peran Bank Syariah dalam Sektor Sustainable Halal Food dan Sustainable Fashion', Sabtu 3 Juli 2021 kemarin.
Sementara yang menjadi penyuplai utama di sektor industri halal adalah negara non muslim. Brazil menduduki peringkat pertama eksportir produk halal dengan nilai ekspor 16,2 dolar AS. Lalu, diikuti India dengan nilai ekspor sebesar 14,4 miliar dolar AS.

Meski begitu, ia tetap mendukung Indonesia untuk menjadi pusat di sektor industri halal sebagai produsen. Diawali dengan memberikan label halal pada berbagai jenis makanan yang terjual.
" Kita telah melakukan penelitian, dan hasilnya terbukti food dan fashion menjadi dua sektor yang mendominasi. Untuk food sendiri, di masa pendemi seperti sekarang kebutuhannya naik. Oleh karena itu, kita perlu fokuskan ke sektor halal food, halal labeling menjadi kebutuhan yang sangat penting," kata Sapta.
Perkembangan Indonesia untuk menjadi pusat di sektor industri halal mendapat bantuan dari bank syariah. Terutama, dalam penguatan ekosistem makanan halal dan pakaian muslim yang berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Herry Gunardi menyatakan bahwa bank syariah mampu membiayai perkembangan potensi industri halal di kisaran Rp420-714 triliun. " Namun, dalam realisasinya masih di bawah potensi minimum," ungkapnya.
Selain itu, menurut Dewan Pakar PP MES, Riawan Amin diperlukan adanya sinergi antara bank syariah dan konvensional untuk bisa membangun Indonesia sebagai pusat industri halal.
" Kita harus berjamaah dalam persoalan food dan fashion ini. Ini perlu ditekankan sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Wakil Presiden RI dalam Global Islamic Forum 2019 yaitu melakukan sinergi dengan bank konvensional," ujar Amin.
Selanjutnya menurut mantan Sekretaris Jenderal PP MES, Adiwarman Karim, terdapat tiga hal yang harus dipahami oleh pejuang ekonomi dan keuangan syariah untuk bisa membantu mewujudkan Indonesia sebagai pusat di industri halal.
Hal pertama yaitu keberhasilan dari ekonomi syariah adalah ketika bank konvensional mengadopsi cara-cara ekonomi syariah.
Kedua, menghadirkan ekonomi syariah secara bertahap harus melalui pilot project. " Terakhir adalah perlunya mencari kesamaan fungsi dari ekonomi syariah kemudian diberikan fitur pembeda, ini menjadi hal yang penting," katanya. (mut)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
