7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Tak Hanya Uang, Warga Yang Terdampak Pembangunan Kilang Minyak Di Tuban Juga Mendapatkan Rumah. (Foto: Shutterstock)
Dream – PT Pertamina (Persero) sudah menyiapkan lahan 20 hektare untuk relokasi rumah warga yang terdampak proyek pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) di Jenu, Tuban, Jawa Timur. Lahan tersebut berada di tanah milik Perhutani di tepi jalur Pantura, tepatnya di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.
Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 18 Februari 2021, lahan itu untuk 151 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Selain rumah, di lahan tersebut juga akan dibangun fasilitas umum lainnya.
“ Lahannya milik Perhutani dan telah siap 20 hektare beserta fasum-fasum lainnya,” kata Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, Kadek Ambara Jaya.
Mereka yang direlokasi merupakan warga Desa Wadung, Jenu, Tuban. Warga desa ini akan dipindahkan setelah pemukiman baru selesai dibangun dan siap huni.
Kadek mengatakan, masih ada warga yang tak mau keluar dari Desa Wadung. Mereka memilih relokasi mandiri.
Dikatakan bahwa warga sepakat membeli tanah sendiri di Desa Wadung.
“ Ada relokasi mandiri yakni warga mengambil uang tunai secara langsung dan itu sudah banyak,” kata dia.
Ada juga sejumlah warga yang telah siap untuk direlokasi ke lahan yang telah disiapkan Pertamina. Alasannya, karena lokasinya lebih prospektif lantaran dekat dengan jalur Pantura.
“ Ada juga yang mau ikut di lahan yang telah kita sediakan, karena mungkin lebih prospektif, berada di jalur Pantura dan harga lebih murah dari pada beli di luar,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Ahmad Adirin)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?