Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - InMobi baru-baru ini merilis laporan bertajuk Gearing up for Ramadan 2022 (Persiapan untuk Ramadan 2022).
Dirancang khusus untuk mendukung brand (merek) dalam menyempurnakan strategi pemasaran seluler mereka saat bulan Ramadhan, dimana laporan ini menganalisa kebiasaan dan harapan konsumen Indonesia seputar pengalaman berbelanja mereka selama bulan puasa ini.
Ramadhan merupakan salah satu bulan yang paling penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dengan jumlah hampir 231 juta orang, masyarakat Indonesia biasanya merayakan Ramadhan secara besar-besaran.
Bagi masyarakat di Indonesia, peningkatan pengeluaran saat bulan Ramadhan untuk berbelanja, misalnya untuk mengirim parcel, iftar (berbuka puasa), renovasi rumah dan lain sebagainya merupakan hal yang umum dilakukan.
Temuan dari laporan InMobi mengungkapkan bahwa sentimen konsumen di Indonesia lebih positif untuk tahun 2022.
Sekitar 56 persen responden berencana untuk menghabiskan setidaknya Rp2 juta untuk berbelanja di Ramadhan tahun ini, angka ini naik 48 persen jika dibandingkan dari tahun 2021.
Kegiatan berbelanja akan mencapai puncaknya di minggu pertama Ramadhan dan 84 persen masyarakat Indonesia akan menyelesaikan pembelian mereka seminggu sebelum perayaan Idul Fitri berlangsung.
" Ramadhan adalah salah satu perayaan terbesar di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kegiatan belanja biasanya meningkat saat menyambut kedatangan bulan puasa, tetapi dengan pandemi yang sedang berlangsung, konsumen Indonesia cenderung lebih hemat dan mungkin lebih aktif berburu barang,” ujar Rishi Bedi, VP dan GM InMobi Asia Tenggara, Jepang, dan Korea dalam rilis yang diterima Dream pada Rabu, 23 Februari 2022.
Rishi Bedi juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan tetap menjadi hal penting. Hal ini juga yang menjadi faktor pendorong utama meningkatnya kegiatan belanja online dan pengurangan belanja offline.
Namun, masih ada pasar yang seimbang untuk keduanya, sehingga pemasar harus secara proaktif berinovasi dengan strategi yang mencakup seluruh jalur menuju pembelian untuk menarik audiens yang tepat.
Laporan ini juga menjelaskan temuan tentang preferensi konsumen untuk belanja langsung di toko dan online selama bulan Ramadhan, serta bagaimana perilaku belanja dari Generasi Digital (Gen Z).
Temuan pertama, 63 persen responden menyebutkan bahwa program diskon dan penawaran eksklusif dalam aplikasi sebagai alasan utama mereka untuk berbelanja di ponsel (online).
Temuan kedua, 51 persen responden mencantumkan penerapan protokol kesehatan sebagai syarat utama saat mereka berbelanja langsung ke toko.
Temuan ketiga, 58 persen responden dari Gen Z cenderung berbelanja pada awal Ramadan, dan sangat mengutamakan pengiriman gratis saat berbelanja online dari kebanyakan orang Indonesia.
Sedangkan temuan yang terakhir, 41 persen responden Gen Z cenderung memilih jalan-jalan untuk liburan Hari Raya, dibandingkan dengan 31 persen masyarakat Indonesia pada kelompok usia lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya