Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dream - Tanpa sentimen positif yang hadir, indeks syariah kembali bergera lemah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menutup akhir pekan dengan bertengger di zona negatif.
Koreksi indeks saham utama Asia serta langkah asing yang berbalik melakukan aksi jual membuat investor menahan diri masuk pasar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat, 22 Juli 2016, indeks ISSI turun 0,186 poin (0,11%) ke level 170,132.
Indeks saham bluechips syariah, JII, juga terjun 0,375 poin (0,05%) ke level 709,438.
Laju indeks syariah sebetulnya tak terlalu buruk. ISSI dan JII dibuka menguat dan sempat menguat terus di zona hijau.
Namun di sesi kedua perdagangan, investor mulai khawatir dengan kondisi regional yang bergerak melemah. Alhasil, dua indeks syariah itu dilanda aksi jual.
Perdagangan bursa saham syariah jelang libur akhir pekan ini juga berkurang signifikan. Investor hanya memutar uang Rp 2,77 triliun untuk melakukan aksi jual beli 25,97 miliar saham.
Dominasi aksi jual saham terlihat dari 102 emiten syariah yang ditutup melemah. Sisanya, 63 penghuni ISSI bertahan stagnan dan 78 lainnya berhasil masuk zona hijau.
Hanya emiten sektor pertambangan yang berhasil ditutup menguat 0,28 persen di tengah aksi jual ini. Selebihnya, indeks sektoral bergerak turun dengan koreksi terdalam dialami sektor keuangan yang turun 0,92 persen, industri dasar 0,82 persen, dan manufaktr 0,36 persen.
Top gainer indeks JII juga hanya mencetak kenaikan tipis dipimpin AKRA yang menguat Rp 200 per saham. Sisanya, ICBP yang naik Rp 175, INTP Rp 125, INCO Rp 80, dan PGAS Rp 50 per saham.
Sementara motor penggerak indeks bluechips syariah justru terkena aksi jual. Top losser indeks JII dihuni INVR yang turun Rp 375, SMGR Rp 125, PTPP Rp 110, INDF Rp 75, dan JSMR Rp 50 per saham.
Berbeda dengan laju pasar saham, kurs mata uang dunia terhadap dollar AS justru bergerak menguat sore ini. Rupiah tercatat naik tipis 7 poin (0,05%) menjadi Rp 13.100 per dollar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan