4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Foto: Tangkapan Layar Akun Instagram @smindrawati
Dream - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat waspada dengan kenaikan suku bunga. Ia juga meminta masyarakat mewaspadai tingginya harga rumah ke depan, sejalan dengan kenaikan suku bunga.
Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan Securitization Summit 2022. Ia menjelaskan kenaikan suku bunga di beberapa negara turut mengerek kenaikan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Tingginya suku bunga KPR dapat membuat masyarakat kesulitan memiliki hunian.
" Beli rumah mortgage time-nya 15 tahun, di awal hanya berat di suku bunga, principle-nya di belakang. Dengan price rumah dan interest rate yang cenderung naik dengan inflasi tinggi maka masyarakat semakin sulit membel," jelas Sri Mulyani dikutip dari kanal YouTube PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), Rabu 6 Juli 2022.
Sri Mulyani mengungkapkan, saat ini sebanyak 12,75 juta masyarakat mengantre dan membutuhkan tempat tinggal. Apalagi ditambah bonus demografi atau masyarakat Indonesia yang masih relatif muda.
“ Artinya generasi muda ini akan berumah tangga maka kemudian mereka membutuhkan rumah. Tapi mereka berumah tangga mereka tidak mampu untuk mendapatkan rumah. Purchasing power (daya beli) mereka dibandingkan harga rumahnya lebih tinggi, sehingga mereka akhirnya enak, dengan either tinggal di rumah mertua atau dia nyewa,” ujar Sri Mulyani
Hal itu tidak menjadi masalah jika mertua memiliki rumah. “ Kalau mertuanya nggak punya rumah itu jadi masalah lebih lagi. Jadi menggulung per generasi,” jelasnya.
Acara yang juga mengundang narasumber dari Japan Housing Finance Corporation (JHFC) dan Mongolia Mortgage Corporation (MNK) ini tak hanya bertujuan menciptakan pembiayaan yang lebih maju dan canggih untuk berbagai jenis aset, namun utamanya lebih ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, dalam memenuhi kebutuhan dasar terhadap tempat tinggal.
" Sejalan dengan prioritas tersebut, sejak tahun 2010 hingga pertengahan tahun ini, APBN telah menyalurkan subsidi senilai Rp85,7 T atau setara 1.038.538 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Tahun 2022 sendiri, pemerintah telah menargetkan pemberian subsidi untuk 200 ribu unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," tuturnya.
Sri Mulyani berharap PT Sarana Multigriya Finansial juga dapat bekerja sama dengan banyak stakeholder untuk membangun kebijakan sekuritisasi sehingga Indonesia akan memiliki skema pembiayaan perumahan yang lebih baik.
" Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan begitu kita juga turut memperbaiki ekosistem perumahan di Indonesia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional," pungkasnya.
Sebagai informasi, PT Sarana Multigriya Finansial merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pembinaan dan pengawasan Kementerian Keuangan yang berperan untuk memajukan pasar pembiayaan perumahan pada pasar primer dan pasar sekunder.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
