Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kambing Di DD Farm Yogyakarta (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)
Dream - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum usai, dengan total kasusnya per 1 Juli 2022 mencapai 298.933 di Indonesia, berpengaruh pada cara kurban masyarakat. Penyakit itu membuat banyak orang beralih ke pemesanan kurban online.
Fenomena ini dirasakan oleh DD Farm Yogyakarta. Di tengah wabah PMK mereka mendapat banyak pesanan secara online. Pemesanan secara langsung justru berkurang.
“ PMK Ini jadi sepertinya orang-orang kebanyakan tadinya offline bergeser ke online, jadi mereka memesannya secara online baik itu dari WhatsApp, Instagram, aplikasi dan sebagainya," kata Manajer DD Farm Yogyakarta, Satya Jati, di Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis 30 Juni 2022.
Menurut Setya, orang-orang sudah mulai paham digitalisasi dan satu faktor lainnya adalah kepercayaan yang diberikan kepada DD Farm Yogyakarta.
" Pemesanan alhamdulilah meningkat dari tahun ke tahun, karena orang-orang memang sudah mulai paham bahwa kepercayaan memang harus dijaga. Alhamdulilah kepercayaan terus dijaga, jadi orang-orang memilih untuk korban melalui online,” kata Satya.
Satya menambahkan, pemesanan hewan ternak secara online mungkin saja akan menjadi kebiasaan di masa depan.
Di lapak ternaknya, DD Farm Yogyakarta sendiri sedang mengembangkan alat yang bisa disebut seperti timbangan digital yang bisa memberikan update untuk perkembangan hewan ternak yang sudah dipesan secara online.

Dia menjelaskan konsep secara umum di dalam timbangan digital itu. Nantinya, hewan ternak menaiki timbangan, lalu di-tag telinganya sehingga mempunyai nomor id.
Alat itu dapat melaporkan pertumbuhan hewan ke pembeli. Misalnya saja berat hewan setiap sebulan sekali. Id yang terdaftar juga berfungsi untuk memastikan hewan tidak tertukar.
Pengembangkan itu bekerja sama dengan start up, Angkit Argo di Jakarta.
Selain pembelian online, masyarakat juga sudah mulai melakukan ibadah kurban online. Di mana mereka tidak perlu menyaksikan secara langsung penyembelihan.
Beberapa ulama mu’ashir sendiri membolehkan kurban dilakukan secara online atau dipindahkan oleh lembaga atau panitia kurban dari tempat tinggal pekurban. Ini kemudian didistribusikan ke daerah yang lebih membutuhkan.

" Kalau zaman dulu orang itu penginnya kurban di wilayahnya sendiri, kemarin kami dari Dompet Dhuafa dan tim dari ideas miliknya lembaga survey Dompet Dhuafa, ada titik-titik di wilayah Indonesia yang sebenarnya surplus kurban,” kata Satya.
Dalam survei tersebut, daerah di Yogyakarta yang mengalami surplus salah satunya adalah Sleman. Mereka para pekurban dapat menyalurkannya melalui Dompet Dhuafa agar tepat sasaran.

Sementara itu, Setya menginformasikan Gunung Kidul juga menjadi salah satu tempat yang kekurangan daging kurban, ia menyebut 1 desa dapat menyembelih 4 ekor kambing saja.
Banyak dari para pekurban yang sudah menyalurkan metode ini melalui Dompet Dhuafa dengan tujuan melakukan sedekah sekaligus meratakan daging kurban yang tersebar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya