Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Ilustrasi
Dream - Perusahaan berbasis teknologi yang berbasis di Indonesia mencoba menembus pasar internasional. Sonar, platform yang analitik dan monitoring media sosial dan digital telah mengumumkan rencananya dengan mengembangkan layanan ke Filipina.
Lebih jauh, perusahaan juga segera memulai ekspansi pasar baru di Singapura, Malaysia, dan Australia.
“ Saya memulai sebagai developer di tahun 2002, bekerja untuk situs e-commerce dan games yang mulai bermunculan saat itu. Saya belajar banyak hal dalam waktu yang singkat, bukan hanya hal teknis, namun juga bisnis ‘digital’ yang belum terkenal waktu itu,” ungkap Founder dan CEO Sonar, Amien Krisna, dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Oktober 2016.
Memulai karier sebagai freelance, Krisna menjelaskan, mulai merintis agensi perancangan dan pengembangan web yang pada akhirnya mendapatkan exit dengan bergabung dengan perusahaan periklanan digital pada tahun 2012.
“ Saya mengumpulkan ilmu yang saya pelajari dari perusahaan-perusahaan tersebut, dan pada akhirnya mengembangkan versi awal platform Sonar pada tahun 2013”, tambahnya.
Menurut Krisna, dengan bantuan Sonar, perusahaan-perusahaan bisa dengan mudah menemukan persepsi internet terhadap mereka, melakukan riset pasar langsung, dan menemukan tren yang sedang hangat dalam masing-masing industri. Menurut Krisna, jumlah data sosial lokal dan manca-negara yang besar sangat mustahil untuk digarap secara manual.
Memasuki pasar internasional, Krisna mengakui perusahaan harus bersiap bersaing dengan perusahaan sejenis seperti Brandtology, Radian6 milik Salesforce, dan Sysomos. Namun, Krisna mengklaim perusahaannya mampu untuk beradaptasi dan memahami pasar lokal dengan lebih cepat dan efisien.
“ Kami ingin menjadi ‘orang lokal’ dalam setiap pasar yang kami hadiri,” tambahnya.
Untuk diketahui, diluncurkan pada tahun 2014, Sonar saat ini telah memiliki sejumlah klien perusahaan besar di Indonesia seperti Heineken dan Goodyear. Sonar juga menjalin kerjasama dengan Twitter untuk mengumpulkan semua cuitan publik. Pada saat yang bersamaan, Sonar juga memindai Facebook, lebih dari 80 media-media, lima forum besar, Instagram, dan blog pada Blogspot dan Wordpress.
Platform Sonar berfungsi sebagai sebuah platform canggih yang dipakai berbagai konglomerat bisnis di Indonesia untuk memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan pasar secara online. Hasil analisa inilah yang membantu para bisnis dan perusahaan untuk memformulasikan strategi pemasaran dan menjangkau publik.
Dalam menjalankan bisnisnya, Sonar mengak mendapatkan penghasilan dengan model subscription.
Selain memancangkan target masuk pasar Asia dan Australia, Sonar juga telah memasang ambisi menjadi pemimpin pasar di bidang analitik data sosial di Asia dan Timur Tengah pada tahun 2021. (Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia