5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Laju indeks saham syariah di jalur positif masih labil. Terserang sentimen negatif laju bursa regional dan minimnya kabar positif dari dalam negeri membuat investor memilih menahan diri.
Pelaku pasar justru disuguhkan sentimen negatif dari kembalinya aksi beli investor asing.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 19 Oktober 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergeris 0,788 poin (0,44%) ke level 178,446.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut tergelincir dengan melemah 4,094 poin (0,55%) ke level 741,963.
Tekanan jual memang begitu terasa dalam perdagangan di pertengahan pekan ini. Sebagian besar indeks sektoral ditutup melemah dengan koreksi terdalam dialami indeks sektor perkebunan yang turun 0,97 persen, industri aneka 0,89 persen, dan barang konsumsi 0,78 persen.
Naiknya indeks sektor pertambangan yang melonjak 1,74 persen dan perdagangan 0,43 persen tak cukup kuat mendorong indeks saham ke zona positif.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,64 triliun dengan 30,75 miliar saham yang berpindahtangan. Aksi jual investor mendorong 123 emiten syariah ke zona negatif sementara hanya 60 penghuni ISSI yang ditutup menguat.
Top gainer indeks saham bluechips syariah hari ini dihuni PTBA yang naik Rp 325, disusul UNTR Rp 300, ADRO Rp 90, AKRA Rp 75, dan PWON Rp 5 per saham.
Saham-saham keping biru syariah yang selama ini menjadi motor penggerak indeks justru bergerak turun. Top losser JII dihuni SILO yang melemah Rp 300, LPPF Rp 175, AALI dan UNVR Rp 150, dan ASII Rp 100 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini menguat tipis di tengah pelemahan mata uang dunia lain. Rupiah sore ini cuma naik 3 poin (0,02%) ke level 13.011 per dollar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?