Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kereta Cepat.
Dream – Pemerintah mengkaji pembangunan proyek kereta berkecepatan sedang Jakarta-Surabaya. Pemerintah pun tertarik dengan kereta semi cepat buatan Jepang.
“ Jangan dibilang kami hanya China mulu (yang mendapatkan proyek). Kami ada alternatif lain, yaitu Jepang. Jadi, berimbang,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta, dilansir dari Merdeka.com, Selasa 18 Oktober 2016.
Luhut mengatakan pemerintah pada prinsipnya mencari harga termurah untuk proyek ini. Kalau Jepang tidak memberikan penawaran yang efisien dalam negosiasinya, pemerintah terpaksa mencari konsorsium lain.
“ Kami cari yang murah. Kalau Jepang tidak bisa kasih murah, ya, kami cari alternatif lain karena ini akan memiliki dampak ekonomi yang lebih besar,” kata dia.
Saat ini, mantan menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) ini masih mengkaji dan melakukan studi bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tinggi (BPPT).
“ Kereta semi cepat hampir 1.000 jalan pintas harus dibuat. Studi akan dibuat BPPT. Nanti terlibat kementerian terkait untuk proses ini. Kami berharap tanggal 9-10 November kami akan lebih tajam lagi di Jepang,” kata dia.
© Dream
Pada bagian lain, Luhut memastikan proyek pembangunan kereta semi cepat ini akan dibangunan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Milik Negara (APBN). Keinginan tersebut bahkan sudah disampaikan kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno.
Luhut beralasa, dengan dana negara, Indonesia takkan didikte oleh investor asing. Mantan kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ini berkaca dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh konsorsium Tiongkok.
“ Kami tidak mau didikte,” kata dia.
Luhut juga akan melibatkan PT Industri Kereta Api (Persero) dalam pengerjaan kereta sedang Jakarta-Surabaya. Sementara Jepang akan menyediakan teknologinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya