Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Setelah melemah di awal pekan kemarin, saham-saham syariah kembali menggeliat. Laju indeks saham kembali ke jalur positif setelah investor asing kembali melantai di pasar modal Indonesia.
Sentimen positif juga muncul dari harapan pelaku pasar akan adanya kenaikan tingkat investasi Indonesia oleh Standard & Poor's seiring munculnya sosok Sri Mulyani.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 18 Oktober 2016, menunjukan dua indeks acuan saham syariah ditutup menguat. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,308 poin (0.78%) di kisaran 179,234. Indeks saham bluechip syariah menghijau di kisaran 746,057 atau menguat 5,498 poin (0,74%).
Hingga sesi penutupan, sebanyak 30,98 miliar lembar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar dengan uang berputar Rp4,61 triliun diperjualbelikan.
Di jajaran saham bluechips syariah, investor asing sudah mulai bergerak positif dengan mencetak net buy Rp 237 miliar. Namun di papan perdagangan ISSI, pemodal asing masih mencetak nett sell Rp 148 miliar.
Maraknya aksi beli investor asing membuat harga 97 saham syariah ditutup menguat. Sementara kinerja negatif masih dialami 81 saham syariah dan 77 lainnya bergerak stagnan.
Emiten-emiten sektoral yang menjadi penggerak kinerja perdagangan hari ini adalah sektor industri aneka yang indeksnya naik 2,44 persen, industri dasar 1,55 persen, dan sektor pertanian dan perdagangan yang naik 1,26 persen.
Saham syariah top gainer yang menjadi favorit investor hari ini adalah LPPF yang harga sahamnya naik Rp500, AALI Rp275, AKRA Rp250, AASI Rp250, dan SILO Rp250.
Untuk posisi top losser, tercatat nama emiten UNVR yang harga sahamnya turun Rp250, PTBA Rp225, ICBP Rp75, INTP Rp75, dan ADRO Rp20.
Dari pasar uang, rupiah pun perkasa terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 50 poin (0,38%) di level Rp13.019 per dolar AS. Meskipun dibuka melemah di kisaran Rp13.149 per dolar AS, rupiah sempat menguat di level tertinggi di kisaran Rp13.012 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya