Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tiongkok Urung Membangun Kereta Cepat Di Amerika Serikat. (Sumber: Shanghaiist)
Dream - Sembilan bulan yang lalu, Tiongkok bersedia membantu perusahaan swasta Amerika Serikat, XpressWest, untuk membangun kereta cepat. Namun, komitmen itu tinggal kenangan.
Dilansir dari Shanghaiist, Senin 13 Juni 2016, XpressWest mengumumkan akan memutuskan hubungan kemitraan dengan China Railway International (CRI). Alasannya, CRI tak mampu memenuhi persyaratan yang diberikan oleh regulator dan tak bisa memenuhi target waktu yang dicanangkan pemerintah.
Sebenarnya, hengkangnya perusahaan Tiongkok dari proyek kereta cepat di Los Angeles-Las Vegas ini disebabkan oleh aturan pemerintah ketat. Regulator mengharuskan pembangunan kereta cepat itu harus dilakukan di Amerika Serikat. Masalahnya, di sana tak ada manufaktur kereta. Ini yang membuat XpressWest bertanya-tanya.
"Semuanya tahu tak ada manufaktur kereta cepat di Amerika Serikat. Persyaratan yang ketat ini menjadi kendala utama pembiayaan kereta cepat di negeri kami," kata XpressWest dalam Los Angeles Times.
Selama satu dekade, kata perusahaan itu, publik Amerika Serikat menunggu langkah otoritas untuk memberikan kesempatan perusahaan membangun kereta cepat. Perusahaan tersebut tentunya harus profesional dan mengutamakan keselamatan.
Sekadar informasi, Tiongkok terkenal agresif dalam membangun kereta cepat. Disebutkan bahwa Negeri Tirai Bambu ini telah membangun 19 ribu kilometer jalur kereta cepat. Memang, pada tahun 2011, dua rangkaian kereta cepat saling bertabrakan dan menewaskan 40 orang.
Dikatakan pula XpressWest kesulitan mencari pembiayaan untuk proyek kereta cepat selama bertahun-tahun. Setelah kunjungan Xi ke Amerika Serikat, diumumkan bahwa CRI berjanji akan membantu proyek kereta cepat senilai US$100 juta. Rencananya, proyek tersebut akan dimulai pada September 2016.
"Proyek pertama kereta cepat di Amerika Serikat ini menjadi landmark investasi luar negeri Tiongkok di sektor kereta api dan menjadi model kerja sama internasional," kata Ketua CRI, Yang Zhongmin.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya