Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pekerja Salon Sedang Merawat Kuku Pelanggan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sebuah kajian baru mengungkapkan fakta mengejutkan tentang pekerja salon kuku. Ternyata, mereka rentan terpapar kandungan karsinogenik.
Dikutip dari Next Shark, Kamis 16 Mei 2019, kajian ini diterbitkan dalam jurnal Envorimental Pollution. Studi ini mengkaji hubungan efek bahan kimia dengan kesehatan pekerja salon kuku.
Para peneliti di Universitas of Colorado, Amerika Serikat, meneliti kadar bahan kimia yang dikenal sebagai senyawa organik. Salah satunya adalah kandungan formaldehida—bahan pengawet yang dikenal sebagai zat karsinogen.
“ Studi ini memberikan bukti keras bahwa lingkungan ini berbahaya bagi pekerja,” kata penulis utama studi, Lupita Montoya.
Montoya meminta ada kebijakan khusus untuk melindungi para pekerja salon kuku. Kebijakan ini diharapkan bisa melindungi kesehatan para pegawai salon kuku.
Dia menyebut lebih dari 90 persen salon kuku adalah bisnis kecil. Mereka juga jarang punya sumber daya untuk menegakkan praktik kesehatan dan keselamatan staf. Sebagaian besar salon kuku juga enggan untuk ambil bagian dalam percobaan penerapan kesehatan dan keselamatan staf.
Pada 2017, Montoya dan tim mampu meyakinkan enam salon di Colorado untuk menjadi peserta studi.
Dalam kajian ini, ditemukan bahwa udara dalam salon mengandung formaldehida dan senyawa beracun lainnya. Kandungan lainnya adalah Benzena yang dikaitkan dengan kanker darah. Para ilmuwan memodelkan dampak peningkatan paparan benzena dan formaldehida selama 20 tahun pada risiko pekerja untuk memunculkan kanker apa yang bisa ditimbulkan.
Para peneliti menetapkan risiko kanker berdasarkan ambang batas yang ditetapkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat dan Pusat Perlindungan dan Pencegahan Penyakit. Berdasarkan proyeksi mereka, risiko terkena kanker paru-paru, kanker kepala dan leher, dan limfoma Hodgkin di semua pekerja meningkat hingga 100 kali setelah 20 tahun terpapar bahan kimia tersebut.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa paparan yang terlalu lama memiliki efek yang mirip dengan bekerja di kilang minyak atau garasi yang berisiko terkena kanker lambung, kerongkongan, dan paru-paru karena paparan asbes.
Namun, para peneliti telah mencatat bahwa ini tidak menimbulkan banyak bahaya bagi pelanggan. Hal ini disebabkan oleh faktor waktu.
Dikatakan bahwa pelanggan menghabiskan sebagian kecil waktunya di salon kuku.
" Itu benar-benar tergantung pada berapa banyak waktu yang Anda habiskan di dalam dan sekitar lingkungan itu. Pelanggan menghabiskan sebagian kecil waktunya di salon seperti yang dilakukan para pekerja. Kecuali mereka memiliki alergi atau asma yang cukup parah, tidak banyak yang perlu dikhawatirkan pelanggan,” kata dia.
Montoya merekomendasikan kayu atau batubara yang sudah diolah khusus di salon kuku. Dua barang ini bisa menyerap bahan kimia yang ada di udara melalui difusi pasif.
“ Kami telah melihat tingkat tinggi penghilangan [bahan kimia] dengan metode ini dalam pengaturan lab terkontrol - hampir 100 persen. Kami masih mengoptimalkannya untuk bidang, di mana kondisinya lebih tidak dapat diprediksi,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya