Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Swalayan TipTop (smartgeneration.wordpress.com)
Dream - Tempaan pendidikan berniaga sang Ayah dibarengi ajaran akhlak berdagang, sukses membawa Rusman Maamoer, membangun bisnis minimarket. Berbeda dengan supermarket lain, TipTop menjalankan bsnis sesuai prinsip Islam.
Mulai menapak dunia bisnis dengan berjualan kelapa, Rusman menjajal peruntungan di industri ritel. Supermarket jadi pilihannya usai melalangbuana ke tanah Eropa. (Baca: Kisah Lengkap Rusman Maamoer rintis Swalayan TipTop disini)
Pilihannya tak salah. Berawal dari toko minimarket seluas 400 meter persegi, Rusman membawa TipTop jadi swalayan besar. Namun cobaan muncul.
Juni 1991, swalayan TipTop di Rawamangun dilanda musibah . Api melalap semua toko yang dirintisnya itu. Barang persediaan, invetori, gedung, semuanya ludes terbakar. Tak ada yang tersisa.
Tak hanya Rusman, musibah ini memukul perasaan karyawannya. Sedih bahkan menangis melanda hati para pegawai.
" Kita sedang dicoba oleh Allah, apakah mampu atau tidak kita melewatinya. Kalau mampu, kita akan “ naik kelas”. Kalau tidak, malah akan ditutup segala pintu rizki oleh Allah," ujar Rusman pada anak buahnya seperti dikutip Dream dari laman pengusahamuslim.com Kamis, 19 Februari 2015. " Sayapun sudah bertekad, harus bangkit kembali."
Sewaktu api masih mengganas, Rusman memutuskan untuk pulang. Kewajiban salat subuh memanggilnya. " Setelah sholat, rasanya muncul cahaya, bahwa ternyata itu bukan hukuman. Tapi cobaan dari Allah," ujarnya.
Tekad bersambut. Pemerintah Daerah setempat meminta Rusman membangun kembali bisnisnya. Bahkan bantuan siap diberikan padanya. " Saya sangat terharu, rasanya mereka kok lebih berkepentingan dari pada kami," ujarnya.
Tak butuh waktu lama, TipTop kembali berdiri. Di areal lama selang dua pekan, TipTop beroperasi. Namun cobaan belum berhenti. Tumpukan utang hingga Rp 2 miliar membelit Rusman. Dia punya stok barang milik para pemasok.
Sampai akhirnya pada 1992, semua terbayar lunas. Semua dilalui dengan perjuangan siang malam. Februari 1992, semua kembali normal. (Ism)
NEXT >>> Niat Buka TipTop Dekat Masjid Nabawi...
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya